Hubungan Saya Dengan Arsenal FC 0
Minggu, 22 Jan '12 22:29
Mungkin kita pernah mendengar kalau beberapa laki-laki menganggap sebuah klub sepakbola sebagai istri/pacar keduanya. Sehingga yang terjadi, jika klub kesayangan mereka bertanding, maka apa pun akan dilakukan. Dari mulai bangun dini hari, hingga menempuh perjalanan puluhan kilometer demi menonton klubnya bermain (misal sedang mati listrik di rumah). Bahkan uang terkadang tidak jadi masalah demi menonton klubnya bertanding. Dan jika dipikir lagi, saya pun pernah heran dengan "mindset" seperti itu beberapa tahun lalu. Tapi sekarang, saya pun akhirnya jatuh cinta dengan olahraga sepakbola, melalui sebuah klub sepakbola di daratan Inggris Raya: Arsenal FC.
Sebelumnya saya lebih suka dengan olahraga yang memertontonkan kecepatan, seperti MotoGP dan F1. Bahkan saya pernah berpikir, bahwa sepakbola adalah sebuah kekonyolan. Bagaimana sebuah bola diperebutkan 20 orang, dan 2 orang lainnya hanya berdiri saja, berjaga-jaga, agar bola itu tidak masuk ke tiang berjala di belakangnya. Tapi hal itu ditanggapi oleh seorang teman yang suka dengan olahraga sepakbola: "Mobil sama motor cuma muter-muter di jalan yang itu-itu aja kok ditonton?"
Berangkat dari situlah saya mulai mencari tahu asiknya menonton sepakbola. Sama seperti saya telah menemukan asiknya menonton mobil dan motor yang cuma "berputar-putar" di jalanan yang sama. Saya ingin tahu mengapa olahraga konyol itu memiliki penggemar terbanyak di dunia, dibandingkan dengan olahraga lainnya. Bahkan sebuah sesi latihan bebas di F1 pernah dimajukan waktunya, hanya karena sebuah pertandingan sepakbola.
Dan menemukan Arsenal FC sebagai tambatan hati saya pada sepakbola, adalah seperti proses mencari kekasih pada umumnya.
Awalnya saya menyukai sepakbola karena sebuah klub sepakbola di Italia: AC Milan. Bekas-bekas bukti "cinta monyet" saya dengan klub milik mantan PM Italia itu masih bisa terlihat. Tetapi setelah melihat permainan Arsenal vs Villarreal di semifinal Liga Champions 2006, rasa suka pada sepakbola berubah menjadi rasa cinta pada sepakbola. Tepatnya pada Arsenal FC. Dan hingga hari ini, Arsenal bisa mengubah sudut pandang saya tentang filosofi sepakbola itu sendiri.
Sepanjang perjalanan hubungan saya dengan Arsenal, tidak dipungkiri saya pun pernah menyukai klub sepakbola lainnya. Dari mulai Bayern Munich, Barcelona hingga Swansea City yang terakhir ini bertanding melawan Arsenal. Tapi bukankah itu wajar dalam sebuah hubungan cinta? Rasa suka pada klub lainnya karena melihat keindahan permainan mereka. Seperti rasa suka yang diam-diam ditujukan pada Sandra Dewi atau Franda, bahkan ketika kita sedang melihat mereka di TV bersama pacar/istri kita. Juga ketika hubungan dilanda sebuah kebosanan, misal ketika Arsenal selalu kalah atau selalu menang, sering membuat saya berpaling sejenak untuk memilih menonton pertandingan klub lainnya.
Tapi pada akhirnya, hati saya tetap kembali pada Arsenal. Entah kenapa. Mungkin karena cinta. Sama seperti cinta yang bisa membuat seseorang berkomitmen pada pasangannya untuk menjalani hidup senang dan susah bersama selamanya. Forever and ever...
Oleh karena itu jika ada orang-orang yang bisa dengan mudah mendeklarasikan dirinya sebagai penggemar Manchester United di 2008, lalu mengganti gambar profilnya di Facebook dengan stadion Camp Nou di 2009, saya mahfum kalau mereka sedang mencari tambatan hatinya di sepakbola. Mereka masih bingung dengan sebuah konsep mengenai cinta, karena yang mereka tahu hanyalah rasa suka.
Karena cinta, seorang ayah dan anak rela naik sepeda ribuan kilometer demi melihat klub pujaannya berlaga di final Liga Eropa. Karena cinta, seorang mahasiswa bisa menghemat luar biasa demi membeli jersey original klub kesayangannya. Karena cinta, seorang pemuda bisa dengan rela hati mengurus fans club sebuah tim sepakbola tanpa mendapat imbalan apa-apa. Karena cinta yang menguatkan mereka. Dan saya percaya, hal itu tidak akan dilakukan oleh mereka yang hanya suka pada sebuah klub sepakbola... --suka karena selalu menang. Suka karena mempunyai banyak pemain bintang. Suka karena ada David Beckham sebagai bagian dari timnya-- Karena rasa suka hanya sementara. Sementara cinta mampu membuat seseorang melakukan segalanya... bahkan hal-hal yang dianggap tidak waras oleh orang-orang pada umumnya.
Tetapi saya juga tidak pernah setuju dengan fanatisme pada (klub) sepakbola. Seperti tawuran antar massa supporter. Menyebut nama klub lawan dengan tidak hormat. Tidak respek kepada pemain klub lawan, hanya karena dia menciptakan sebuah "drama" sepakbola (padahal bisa saja, suatu hari nanti dia bergabung dengan klub kesayangan kita). Hingga melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain, hanya demi menunjukkan betapa besar kesetiaannya pada klub pujaannya.
Bagaimana mungkin hal itu bisa dilakukan, jika manager kedua tim selalu bersalaman ketika selesai pertandingan? Ya, pertandingan hanya berlangsung sekitar 90 menit. Di luar itu hanyalah bumbu olahraga sepakbola. Tetapi hal ini sering diabaikan dan tidak disadari, oleh banyak penonton olahraga yang paling digemari di dunia ini. Bahkan anehnya ketika pertandingan sudah usai. masih saja ada yang bertikai karena hal yang sebenarnya sudah selesai.
Pernahkah sebuah skor pertandingan sepakbola berubah, hanya karena penontonnya membuat keributan akibat tidak suka dengan hasil akhirnya, bahkan hingga membuat wasitnya terluka? Yang rugi hanyalah diri sendiri. Dan bisa saja ketika pertandingan klub kesayangannya dimulai lagi, beberapa supporternya hanya bisa menontonnya dari balik dinding bui, karena ulahnya sendiri.
Sama seperti olahraga lainnya, sepakbola pada akhirnya hanyalah untuk dinikmati. Tetapi karena kenikmatan adalah sebuah rasa, yang artinya relatif bagi setiap orang, inilah yang kemudian menciptakan rasa suka hingga rasa cinta pada klub-klub sepakbola yang ada.
Dan Arsenal FC adalah pilihan saya untuk menikmati sebuah olahraga yang bernama sepakbola.
Gooner... Wherever... Forever...
Yogyakarta, 22 Januari 2012 (sesaat sebelum Arsenal vs Manchester United)
Tag: sepakbola, arsenal, cinta
Terkait:
-
Pra dan Pasca Pertandingan Sepakbola
Senin, 13 Des '10 21:01 -
Arsenal 1-0 Leeds United
Selasa, 10 Jan '12 15:21 -
Cuplikan Manchester City vs Arsenal
Senin, 19 Des '11 17:51

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat