Diplomasi Sepakbola 1

Senin, 30 Agu '10 14:43

Agak mengejutkan ketika di baris waktu (timeline) Twitter saya muncul ocehan Wanda Hamidah dari hasil retweet (RT) seorang kawan.

Mantan model cantik yang menjadi anggota DPR itu memuji dan bangga pada Arema Indonesia yang tidak menggunakan APBD. Twitnya juga menyinggung Persija Jakarta kenapa masih memakai APBD.

Ucapan Wanda itu kemudian memicu umpatan dan protes dari segelintir pengikutnya (follower). Bahkan dengan ucapan yang sangat tak pantas.

Protes dan umpatan dari pengikutnya itu bisa saya katakan sebagai Logical Fallacy. Wanda hanya melakukan diplomasi sesuai tugasnya. Tapi suporter bersikap berbeda dan mungkin (merespon) menjauh dari konteks.

Wanda jelas sadar bahwa APBD yang digunakan di sepakbola tarkam pemda Indonesia ini jelas salah. APBD yang seharusnya digunakan untuk infrastruktur pendidikan, kesehatan atau sarana olahraga justru dialihkan untuk membayar operasional tim (termasuk gaji pemain asing!).

Tapi keprihatinan saya terletak pada bagaimana sikap suporter yang tak mampu memahami pesan Wanda dan justru membela timnya soal penggunaan APBD.

Ini sebuah poin penegasan bahwa suporter kita (sebagian) belum kondusif untuk pembangunan profesionalisme sepakbola di tanah air. Ironisnya, suporter selalu menuntut agar PSSI bersikap fair. Tuntutan itu bagus, baik dan benar. Tapi akan menjadi lebih baik dan benar bila suporter juga membenahi sikap dan pemahamannya lebih dulu.

Bila tidak, posisi tawar diplomasi suporter - khusus untuk soal ini saja - menjadi kurang kuat. Bagaimana PSSI mau mendengar protes mereka apabila mereka sendiri juga belum nggenah. Iya kan?


Tag: Suporter, Wanda Hamidah, Twitter, Logical Fallacy

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Mulut Besar 0 0
susah emang

Silahkan login untuk memberikan pendapat