Saat Catalan dan Castilla Melebur Jadi Espana 3

Kamis, 15 Jul '10 12:59

Isu primordialisme untuk sementara lenyap dari tim nasional Spanyol yang multi-etnis itu karena tidak ada yang mampu menyangsikan sumbangsih Barcelona dan orang Catalunya pada kesuksesan La Furia Roja.

Sebelum membahas Spanyol, saya mengajak anda menyebrang dulu ke kepulauan Britania Raya untuk menengok petenis nomor satu mereka sekarang, Andy Murray. Murray adalah seorang Skotlandia, tapi karena dalam dunia olahraga (minus sepakbola) hanya kebangsaan Inggris Raya (Great Britain) yang diakui, maka setiap bertanding Murray mengusung panji-panji Inggris Raya. Sentimen Inggris-Skotlandia itu kental, mereka adalah musuh bebuyutan di segala ajang. Tapi Murray harus tunduk kepada peraturan yang mengharuskan ia berlaga di bawah nama Inggris Raya. Setiap Murray menang, media dan publik akan mengelu-elukan Murray sebagai petenis Inggris Raya. Tapi jika Murray bermain payah dan kalah, publik akan mencapnya sebagai orang Skotlandia.

Kasus serupa terjadi pada tim nasional Spanyol sebelum mereka menang Piala Eropa 2008. Terlalu banyaknya perbedaan etnis di dalam tim membuat persatuan tim tidak kokoh yang berakibat pada tidak maksimalnya performa di lapangan. Ada orang Castilla, Catalan, Sevillano, Basque, dan lain-lain yang membuat mereka sulit menyatukan identitas di bawah bendera kerajaan Spanyol.

Saat Spanyol merengkuh gelar juara Eropa 2008 yang dilengkapi dengan menjadi juara dunia tahun 2010 di Afrika Selatan, orang mengambil kesimpulan bahwa isu masalah etnis yang tidak bisa membaur dalam tim nasional Spanyol sudah punah. Mari kita lihat faktanya.

Setiap etnis di negara Spanyol punya kebanggaan sendiri-sendiri. Orang Catalunya misalnya, mereka sangat bangga dengan FC Barcelona yang didaulat sebagai "Tentara Bangsa Catalan". Ban kapten FC Barcelona berwarna merah-kuning, sama seperti bendera Catalan yang diusung Carles Puyol usai memenangi Piala Dunia kemarin. Bangsa Catalan bahkan punya tim nasional sendiri yang melakukan pertandingan persahabatan secara berkala meski tidak diakui FIFA.

Tulang punggung tim nasional Spanyol adalah pemain-pemain Barcelona. Ada 8 pemain Barcelona yang tergabung dalam tim nasional Spanyol termasuk David Villa yang baru pindah dari Valencia. Dari delapan pemain itu, tujuh di antaranya hampir selalu diturunkan. Villa, Xavi, Andres Iniesta, Carles Puyol, Gerard Pique, Sergio Busquets adalah pilihan utama pelatih Vicente Del Bosque sementara Pedro Rodriguez juga hampir selalu diturunkan meski tak selalu jadi starter. Hanya Victor Valdez yang tidak kebagian waktu bermain karena ada "Saint" Iker Casillas di posisi tersebut.

Kadang sering terjadi salah kaprah yang memukul rata semua pemain Barcelona adalah orang Catalan, padahal tidak. Xavi Hernandez, Carles Puyol, Gerard Pique, dan Sergio Busquets seratus persen asli Catalunya. Tapi tidak demikian dengan Andres Iniesta yang lahir di La Mancho, Albacete. Ia adalah orang Albacetano yang masih serumpun dengan orang Castilla (Madrid). Pedro Rodriquez meski berseragam Blaugrana di level klub, ia juga bukan orang Catalan. Ia lahir di Canary Island.

Sebaliknya, Joan Capdevilla yang bermain untuk Villareal adalah orang Catalan. Ia lahir di Tarrega, region Catalan. Bedanya ia meniti karirnya dari Real Espanyol, klub kerajaan yang dipandang tidak merepresentasikan semangat bangsa Catalan. Cesc Fabregas adalah seorang Catalan sejati meski insiden di mana pemain-pemain Barcelona memaksa Cesc untuk mengenakan seragam Barcelona saat selebrasi dipandang tidak etis.

Media-media Catalan secara sepihak mengklaim Piala Dunia kali ini adalah Piala Dunia bangsa Catalan karena mereka mendominasi. Untuk pertama kalinya terlihat di daerah-daerah Catalan bendera-bendera Spanyol yang berkibar dan menurut jurnalis sepakbola kenamaan, Sid Lowe, ia melihat sekelompok pemuda berteriak, "Yo Soy Espanol! Yo Soy Espanol!" "Saya orang Spanyol! Saya orang Spanyol!" di jalan-jalan daerah Catalunya.

Biar pun begitu, laporan terakhir menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap tim nasional Spanyol paling rendah berada di daerah Catalan karena memang secara tradisional mereka apatis terhadap tim nasional Spanyol. "Catalan is not Spain" adalah poster yang biasa ditemui bila Barcelona bertanding di laga internasional. Ada kecurigaan bahwa pendukung tim nasional Spanyol di daerah tersebut hanyalah warga Spanyol dari daerah lain yang tinggal di daerah Catalan.

Mari lihat starter tim nasional Spanyol, hanya Iker Casillas yang orang Castilla (Madrid) di sana. Selain nama-nama Catalan yang sudah disebutkan di atas, masih ada nama Sergio Ramos (orang Sevilla/Andalusia), Xabi Alonso (orang Basque), dan David Villa (orang Asturia).

Bagi anda yang sering membaca headline Marca, salah satu media besar Spanyol yang pro-Real Madrid, anda sudah terbiasa bagaimana mereka sering menurunkan laporan yang sering memojokkan pihak-pihak yang bersebrangan dengan Kerajaan seperti Catalunya atau Basque. Dengan hanya 3 orang pemain Real Madrid sebagai starter (Casillas, Ramos, Alonso), Marca tidak punya pilihan lain selain memuji kontribusi Barcelona setinggi langit.

Bahkan Eduardo Inda, editor Marca mengutarakan ketakutannya apa yang akan terjadi seandainya bangsa Catalan berhasil memaksa FIFA untuk mengakui mereka sebagai sebuah tim nasional terpisah.

Untuk sementara aroma persatuan tercium sengat di Spanyol. Apa yang dilakukan media dan publik Inggris terhadap Andy Murray saat ia menang sedang diterapkan media Spanyol terhadap tim nasional Spanyol. Menarik untuk menyaksikan apa yang akan diucapkan harian seperti Marca dan As bila tim nasional Spanyol memble di kompetisi internasional suatu hari nanti.

Dimuat di supersoccer.co.id 15/07/2010


Tag: Spanyol, Catalan, Madrid, Basque

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

3-4-3 0 0
Tapi keberhasilan Spanyol masih dilihat sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Catalan. Waktu penyambutan cuma ada segelintir orang di Barcelona.

Sementara sehari sebelumnya ada 1 juta orang demo keputusan pengadilan Spanyol yang menolak hak otonomi Catalan.

Pengamat Spanyol dari Inggris juga bilang persatuan ini pasti cuma sesaat karena akar masalah tetap ada.
Patriarkis Radikal 0 0
Time Online sehari setelah Final SA2010 juga memberitakan perihal redefining Spanyol sebagai sebuah bangsa. Masyarakat Catalan konon menyambut secara gegap gempita keberhasilan Spanyol meraih juara dunia.

Sayangnya, mereka menyambut kemenangan tersebut bukan berdasar atas patriotisme dan nasionalisme sebagai bagian dari Spanyol, tapi gara2 Iniesta yg jadi pahlawan Spanyol...: D

Catalonia is not Spain sepertinya masih berlaku...: D
melkisedek bola 0 0
Integrasi rasial di Prancis lebih mudah ketimbang di Spanyol karena di sana tidak ada satu etnik yang menempati daerah tertentu sbg mayoritas yang merasa terpinggrikan, seperti Catalonia di Spanyol atau Papua di Indonesia, misalnya.

Pada akhirnya, untuk satu soal seperti ini, sepakbola memang tidak akan menjadi solusi pamungkas yg bisa menyelesaikan persoalan. Peminggiran bangsa Catalan sudah berlangsung lama, jauh sebelum Barcelona jadi klub besar seperti sekarang. Ini soal politik, dan tentu keputusan politik pula yang bisa membereskannya.

Btw, thanks utk info soal klub2 berawalan Royal yang di-sharing di twitter tempo hari.

Silahkan login untuk memberikan pendapat