Luis Suarez, luka sebuah Sportsmanship 6

Sabtu, 3 Jul '10 12:52

Tindakan Luis Suarez untuk menghalau bola menggunakan tangan dengan sengaja sehingga menggagalkan gol kemenangan Ghana pada menit terakhir perpanjangan waktu akan menimbulkan kontroversi tiada akhir, selayaknya gol Frank Lampard yang tidak disahkan oleh wasit. Hanya perbedaan mendasar kontroversi disini adalah apakah tindakan Luis Suarez tersebut dapat dibenarkan berdasarkan 'a gentlemen conduct on sportsmanship' berdasarkan prinsip-prinsip sportivitas olahraga?

Benar bahwa atas tindakannya tersebut Luis Suarez 'dihadiahi' kartu merah langsung oleh wasit sesuai statuta Kode Disiplin FIFA Pasal 47 tentang Pelanggaran Serius. Benar bahwa kemudian Ghana diberikan hadiah penalti yang merupakan konsekuensi langsung akibat pelanggaran tersebut.

Apa yang kemudian menggelitik saya adalah, ketika penalti tersebut gagal, dan kemudian Ghana kalah melalui drama adu penalti. Terbersitlah perandaian-perandaian liar di kepala, jika saja Luis Suarez sportif untuk tidak menggunakan tangannya saat bola sudah akan masuk ke gawang Uruguay, jika saja penalti Asamoah Gyan tidak gagal, dan banyak jika jika yang lain.

Tentu bagi pendukung Uruguay, Luis Suarez adalah pahlawan, karena dia mau berkorban dengan tidak akan bisa ikut pertandingan hingga final jiga memang Uruguay lolos sampai partai pemuncak. Tetapi bagi pendukung Ghana (dan kemungkinan seluruh Afrika), Luis Suarez adalah seorang pesakitan yang sangat tidak sportif, karena menggunakan apa saja untuk menggagalkan sebuah gol yang lahir dalam sebuah permainan.

Kaidah-kaidah 'good sportsmanship' (ini saya ngga tau bahasa Indonesia-nya) memang tampaknya sudah mulai luntur di belantara dunia olahraga modern saat ini, dimana kemenangan adalah segalanya dan akan dibayar berapa pun diperlukan.

 

Saya ingin berikan dua contoh sportsmanship yang saling bertentangan dalam dunia olahraga khususnya sepakbola:

Paolo Di Canio - West Ham v. Everton. Saat kedua kesebelasan bertemu pada musim tahun 2000, Paolo Di Canio menunjukkan sikap 'good sportmanship' (yang kebetulan kontras dengan sikap 'bad boys' sepanjang karirnya), yaitu saat Paul Gerrard (kiper Everton saat itu) tergeletak di lapangan, sementara wasit memberikan sinyal pertandingan terus berlangsung (play on), Trevor Sinclair memberikan umpan silang pada Paolo di Canio, yang alih-alih tinggal menceploskan gol ke gawang yang kosong, malah kemudian memegang bola tersebut dan memberi sinyal kepada ofisial pertandingan untuk segera merawat Paul Gerrard. Tindakannya tersebut merupakan contoh 'good sportmanship' yang selalu dikenang.

Sementara 'bad sportsmanship' yang telah menjadi legenda adalah 'Hand of God' Diego Maradona ketika melawan Inggris tahun 1986. Tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa Maradona yang bertubuh gempal sanggup berduel udara dengan Peter Shilton yang jauh lebih tinggi, dan dalam tayang ulang jelas terlihat bahwa Maradona menggunakan tangannya. Walaupun kemudian Maradona 'membalas' tindakannya dengan gol kedua yang sungguh-sungguh brilian, tetapi tidak menghapus sejarah atas perbuatan 'bad sportsmanship'

 

Dari fakta sejarah tersebut dan atas dasar 'a gentlemen conduct on sportsmanship', maka saya sangat menyesali tindakan Luis Suarez yang sengaja menggunakan tangannya untuk mengahalangi lawan mencetak gol. Semoga sepakbola indah yang tidak hanya menjunjung fair play, tetapi juga sportsmanship tetap ada dan terpelihara.

 

Catatan:

  1. Saya ndak mendukung Uruguay maupun Ghana :)
  2. Gambar diambil dari sini

 


Tag: Fair Play, piala dunia, sportsmanship

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

laporan bola 0 0
Keren bos. A gentlemen conduct on sportsmanship, adalah nilai dasar dalam olahraga. Mengabaikan itu, sama saja dengan membunuh alasan kenapa kita bermain. : D
Yudiantoro 0 0
laporan bola: lah ndilalah kowe, ta kira sopo, memang kang, sudah banyak orang yang lupa nilai2 sportmanship, olahraga sekarang sudah jadi komoditas, bukan lagi tempat untuk mengembangkan sikap sportif dan kerjasama, sayang.
sepaXbola dot info 0 0
Uruguay sekarang diolok2 punya 'Hand of God' dari diri Suarez.. lalu mereka menghubungkannya dg 'Hand of God' Maradona yang bisa membawa Tango juara 86... Apa iya bisa merasa bangga ya kalo menang dg proses spt itu...

Yang nonton saja merasa malu.. >.<

Kelakuan Suarez tidak pantas hanya diganjar kartu merah, seharusnya dia juga mendapat 'kartu BLT'...bukan karena miskin harta, tp karena miskin jiwa sportivitasnya........
laporan bola 0 0
"Sebagaimana semua kasus kartu merah langsung dalam pertandingan, otomatis selalu ada larangan tanding dalam satu laga," jelas Pekka Odriozola, juru bicara kondis FIFA, sebagaimana dilansir AFP. "Tapi untuk kasus-kasus khusus, kami bisa mengambil tindakan tambahan,".

http://www.jpnn.c…ail&id=67180

Saya setuju Luis Suarez mendapat larangan bermain 1 tahun... : D Ayo siapa setuju?!
Yudiantoro 0 0
sepaXbola dot info: laporan bola: yang ada Luis Suarez malah diincer sama Barca dan MU, huh shame on you
Der Kaiser 0 0
Beginilah kalau sepakbola sudah menjadi Industri, segala cara dilakukan demi meraih kemenangan : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat