Menunggu perjudian Belanda 0
Selasa, 29 Jun '10 11:01
Legenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff memang tidak mengkritik pemililihan taktik Van Marwijk sebagai kesalahan namun - dalam pernyataan di beberapa kolom pemberitaan, jelas ia kecewa. Belanda mestinya bermain dengan tradisi total footballnya sekaligus menghibur penonton. Sindirnya "The result was good, an important victory, some new players came on. But technically it was a bit disappointing,"
Cruyff mengatakan pemain Belanda pada World Cup 2010 bermain counter football bukan offensive football. Lebih jauh ia menginginkan Elia dan Robben bisa turun bersama sejak awal. “ in such a situation when you can put on Elia and Robben together, you can speed things up “. Sementara Van Marwijk lebih memilih pragmatis dan bermain lambat, dengan menumpuk 5 pemain di lapangan tengah dan menyisakan Van Persie sendirian. Ia ingin pemainnya sabar dengan banyak mengontrol bola, dan membuka pertahanan lawan. Pemain dengan karakter serang seperti Elia hanya akan merusak ritme ini.
Disamping itu De Jong dan Van Bommel adalah karakter gelandang bertahan, beda dengan misalnya Clarence Seedorf pemain AC Milan yang justru tidak dipanggil dalam skuad Marwijk.
Ini memang kekecewaan Cruyff dan penggila sepakbola indah Belanda lainnya. Mengapa tidak ? total football adalah agama dan gaya hidup di Belanda. Tanpa harus merujuk pemain bintang. Itu adalah sistem dengan tradisi panjang, seperti Brazil bicara sepakbola samba. Apalagi skuad sekarang tidak jauh beda dengan skuad Piala Eropa 2008 - minus Van Nistelrooy, juga bermain sepakbola menyerang yang mengagumkan. Namun Van Marwijk merubahnya.
Dalam Total Football, para pemain bergerak dari posisinya dan secara otomatis digantikan pemain lain. Tidak ada pemain yang terkunci dalam satu posisi, setiap pemain bisa menjadi penyerang, gelandang atau bek. Penguasan dan penciptaan ruang menjadi konsep utama Total Football yang dikembangkan dari strategi 4 – 3 – 3 modern. Barang kali hanya Arsenal dan Barcelona yang saat ini bisa dikatakan bermain hampir mirip Total Football.
Bek Ayax - saat merajai Piala Eropa tahun 71 sampai 73, Barry Hulshoff mengenang teamnya selalu berdiskusi tentang penguasaan ruang setiap saat. Cruyff selalu bicara dimana orang harus lari, dimana orang harus berdiri dan dimana orang harus tidak beranjak dari posisinya.
Saya memang tidak melihat secara langsung bagaimana masa masa kesebelasan Belanda menghipnotis dunia pada era 70 an. Terima kasih kepada You Tube yang bisa menanyangkan ulang bagaimana Cruyff, Neeskens, sampai Rob Resenbrink bermain sepak bola atraktive. Tapi dalam Piala Eropa 1988 di Munchen, saya bisa jadi ‘ the happy seleceted few people ‘ bersorak dalam stadion menyaksikan langsung warisan total football dari tangan pelatih yang sama 14 tahun lalu. Rinus Michels.
Warisan itu masih terus di turunkan dalam generasi Piala Dunia 1998 sampai Piala Eropa 2008. Belanda harus bermain cantik dan indah. Kalah menang lain urusan.
Bagi saya kemampuan tim Belanda 2010 bisa menyamai Belanda 1988. Van Persie memang tidak setajam Van Basten sebagai target man. Tapi dia punya kelincahan dan dribbling yang lebih baik dari Basten. Sneijder sebagai second striker berfungsi sama seperti Ruud Gullit. Mereka berdua sama sama memiliki visi dan daya jelajah yang luas. Sama sama unggul dalam pengambilan bola bola mati. Peran Rijkaard yang lugas bisa diambil oleh Van Bommel. Sementara peran Wim Kieft ada pada Dick Kyuit atau Eljaro Elia.
Palang pintu gawang Van Stekelenburg sekelas dengan Hans Van Breuklemen. Tim ini bisa lebih komplit karena memiliki Robben yang bisa membuat bek bek lawan terlalu berkonsentrasi mengawal dia, karena kecepatannya. Ia bisa menciptakan ruang bagus untuk teman temannya.
Satu satunya kelemahan adalah di lini pertahanan. Kwartet Von Bronckhorst, Van der wiel, Heitinga dan Mathijsen belum bisa dianggap setara dengan Ronald Koeman dan kawan kawan. Namun bisa ditutup dengan pergerakan pemain dan jangan lupa. Pertahanan terbaik adalah menyerang.
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Belanda sering kehilangan bola yang justru diharamkan dalam konsep total football. Membiarkan Van Persie sendirian di depan sambil menunggu umpan juga mengherankan, karena ada ruang kosong terlalu lebar antara lapangan tengah dengan depan.
Kata Cruyff. “ But I am missing the real football; a high pace of the ball, good position play. I don't know how the possession was divided, but it will have been about equal or even negative, yet - in general - to score goals you need more possession “
Belanda sekarang memang menjemukan. Sering hanya satu dua operan, dan langsung mengirim operan bola panjang ke depan atau ke samping melebar. Bukan pergerakan bola pendek yang cepat merambat menggeroti jantung pertahanan lawan.
Barangkali Frank De Boer, asisten pelatih Marwik , kesal melihat srategi si boss. Ia yang terlibat dalam skuad inti Guus Hiddink pada Piala Dunia 1998 terlihat gemes melihat Dick Kyut. Ia memang bermain bagus di sayap kanan. Namun ia terkunci disana. Seharusnya ia bisa bermain dengan posisi acak yang – a good position play.
Tapi ada yang menarik dalam pertandingan semalam melawan Slovakia, ada beberapa saat – menit – ketika Belanda memborbardir gawang lawan yang nyaris membuahkan gol. Terlihat dalam sesaat tim oranye bermain dalam konsep total football. Van Persie justru bertukar posisi dengan Snijder, sementara pergerakan teman temannya memenuhi ruang lainnya. Van Bronckhorst bisa jauh ke depan membantu serangan. Tak mengherankan karena jaman dia bergabung dengan Arsenal, ia sering diplot menjadi gelandang.
Tapi cuma sebentar. Setelah itu Belanda kembali membosankan.
Kejadian itu mungkin menunjukan Belanda, tanpa sadar kembali bermain sepakbola merangsang. Justru itu kelihatan wajah Van Marwijk bertambah tegang dan bolak balik mendekat lapangan. Jangan salah selama beberapa dekade, Total Football menjadi nafas sepak bola sehari hari. Siapapun pelatihnya, begitu mengumpulkan pemain pemain dari berbagai klub, secara otomatis mereka bicara sepakbola menyerang.
Ini memang perjudian. Sampai sekarang belum ada yang secara terbuka menyerang pemilihan strategi Van Marwijk. Semua orang termasuk Cruyff, hanya bisa ngegerundel. Setidaknya walau terseok seok, Belanda menang terus. Namun ia dipastikan terpental dari kursinya jika Belanda kalah. Dosanya hanya satu. Kenapa ia mencabut akar budaya sepak bola total football dari timnya
Kini semua orang menunggu hari penantian itu. Siapa yang salah. Cruyff atau Van Marwijk. Saya ? Tetap mendukung Belanda.
Tag: Belanda, holland, oranye, johan cruyff, bert van marwijk
Terkait:
-
HOLLANDA
Sabtu, 5 Jun '10 13:53 -
Pelatih yang Tak Pantas
Kamis, 8 Sep '11 13:06 -
La Orange Roja, Sebuah Kisah tentang Sejarah yang Terbalik
Minggu, 11 Jul '10 16:10
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Der Kaiser: Playmaker
-
garislembut: Hattrick

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat