Mereka Yang Gagal Merumput di Afrika 5
Kamis, 10 Jun '10 14:38
Tidak ada yang meragukan kemampuan mereka, tapi kita tidak akan melihat mereka berlaga di Piala Dunia padahal negara mereka lolos ke putaran final. Entah karena gagal memikat pelatih atau cedera, inilah barisan pemain malang yang hanya akan menjadi penonton dalam sebulan mendatang.
Rene Adler (Jerman)
Sepeninggal Oliver Kahn, Jerman belum lagi memiliki kiper mengkilap. Jens Lehmann adalah bencana, sedang Robert Enke memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis. Rene Adler adalah pilihan utama Joachim Low pada babak kualifikasi dan kiper Bayer Leverkusen ini akan mengenakan seragam nomor 1 Jerman seandainya ia tidak harus dipinggirkan akibat cedera tulang rusuk. Para penggantinya di tim nasional, Tim Wiese, Manuel Neuer, dan Hans-Jorg Butt, semuanya memiliki jam terbang internasional di bawah Adler.
Rio Ferdinand (Inggris)
Entah apa dosa Ferdinand di masa lampau karena sekali lagi ia harus absen dari turnamen sepakbola akbar. Pada tahun 2004 ia gagal berangkat ke Piala Eropa di Portugal karena mangkir dari tes doping. Kali ini ia sudah menjejakkan kaki di Afrika Selatan dan harus dipulangkan karena cedera akibat diseruduk Emile Heskey saat latihan. Ia jelas kecewa karena jika Inggris menjadi juara dunia (dan tentu saja banyak dari anda yang tidak setuju), maka Steven Gerrard yang akan mengangkat piala pertama kali, bukan dirinya.
Javier Zanetti & Esteban Cambiasso (Argentina)
Sebagai pemain, Diego Maradona adalah tuhan. Sebagai pelatih, bisa jadi ia pendosa setelah meninggalkan Zanetti dan Cambiasso di rumah. Kedua punggawa Inter tersebut berbuat lebih dari cukup untuk membawa klubnya merebut treble musim ini, tapi tidak cukup menarik bagi pelatih yang berjanji akan berlari telanjang keliling Buenos Aires jika Argentina juara Piala Dunia. Gantinya, Maradona lebih memilih bek Ariel Garce yang baru mempunyai 4 caps dengan alasan Garce muncul di mimpinya pada malam sebelum skuad diumumkan. Mungkin Maradona memang tidak akan berlari telanjang bulan Juli nanti.
Marcos Senna (Spanyol)
Senna adalah alasan utama mengapa lini tengah Spanyol begitu dominan pada Piala Eropa 2008. Perannya sebagai gelandang bertahan melindungi Xavi dan Andres Iniesta sehingga dua seniman sepakbola tersebut bisa berkreasi dengan bebas. Dirinya tidak dicantumkan Vicente Del Bosque ke skuad Piala Dunia setelah tidak lagi menjadi pilihan utama di Villareal. Tempat Senna diisi oleh gelandang kreatif kelas dunia seperti Xabi Alonso dan Cesc Fabgregas yang tidak begitu menjanjikan secara defensif. Jika kampanye Piala Dunia 2010 Spanyol berakhir buruk, kita semua tahu di mana potongan yang hilang.
Michael Essien (Ghana)
Penyelenggaraan Piala Afrika pada sela-sela kompetisi liga Eropa adalah sesuatu yang dikutuk banyak orang karena mengganggu ritme klub. Chelsea keki setengah mati karena Essien menderita cedera parah saat berlaga di turnamen tersebut yang berakibat ia absen dari Februari hingga akhir musim. Sial bagi Ghana, cedera Essien tidak kunjung pulih hingga saat ini dan Sang Bison gagal merumput di Afrika Selatan.
David Beckham (Inggris)
Ia diprediksi tidak akan tampil di Piala Dunia 2002 setelah Aldo Duscher mencederai tulang metatarsal sang pesolek. Nyatanya ia pulih cepat dari cedera dan berangkat ke Korea-Jepang. Kisah manis itu tidak terulang lagi tahun ini setelah tendon achilles-nya robek saat membela AC Milan melawan Chievo Verona di Serie A. Seandainya ia tidak cedera pun, posisi starter tidak akan menjadi miliknya. Pengalaman dan keberadaannya dalam tim lebih untuk memberi dukungan moral. Itulah mengapa ia turut berangkat bersama skuad Three Lions ke Afrika Selatan sebagai semacam kapten-tidak-bermain.
Michael Ballack (Jerman)
Final Piala FA 2010. Michael Ballack dari Chelsea terus menerus mengintimidasi Kevin Prince-Boateng yang bermain bagi Portsmouth. Dalam satu kesempatan, entah sengaja atau tidak, Ballack menampar Boateng dan luput dari pandangan wasit. Tidak lama kemudian, Boateng mengganjal kaki Ballack dan pemain yang mirip Matt Damon itu harus ditarik keluar. Vonis dokter: ligamen ankle robek. Ballack dicoret dari tim nasional. Karma's a bitch, eh?
Ruud van Nistelrooy (Belanda)
Nistelrooy sudah pernah 2 kali menyatakan pensiun membela tim nasional. Pertama pada tahun 2007 saat ia berselisih dengan pelatih Belanda kala itu, Marco van Basten. Berkat mediasi Edwin van der Sar, Nistelrooy kembali ke tim nasional dan turun membela Oranje di Piala Eropa 2008. Usai kejuaraan di Austria-Swiss itu, Nistelrooy kembali menyatakan pensiun dari tim nasional. Pada akhir babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Nistelrooy kembali menyatakan bersedia tampil membela tim nasional, tapi pelatih Bert van Marwijk mengucapkan "Tidak, terima kasih".
Nani (Portugal)
Arsene Wenger pernah geram kepada Nani dan melabelinya "tukang pamer" usai sayap Manchester United itu melakukan juggling bola yang tidak perlu sehingga membuat William Gallas terlihat bodoh. Entah apa yang akan Wenger katakan ketika ia tahu bahwa Nani harus dicoret dari skuad Selecao karena cedera usai mencoba melakukan tendangan salto saat sesi latihan.
Karim Benzema (Prancis)
Jauh sebelum video Ariel - Luna Maya - Cut Tari menghebohkan masyarakat Indonesia, Benzema bersama Franck Ribeiry dan Hatem Ben Arfa menggegerkan dunia sepakbola Prancis karena skandal seks di mana ketiga pemain tersebut memakai jasa PSK di bawah umur. Mereka mengaku tidak tahu sebelumnya berapa usia PSK tersebut. Tentu saja moral tidak ada hubungannya dengan sepakbola karena Ribeiry tetap dipanggil pelatih Raymond Domenech sedang Benzema dan Ben Arfa terpinggirkan. Salahkan penampilan medioker Benzema di musim pertamanya bersama Real Madrid. Ah, seandainya ia pindah ke Inggris musim lalu.....
Ronaldinho (Brazil)
Anomali pada iklan Write The Future-nya Nike yang sensasional itu adalah kemunculan Ronaldinho yang diprediksi sejak lama tidak akan dibawa Dunga ke Piala Dunia. Namanya dimasukkan ke dalam skuad sementara, tapi tidak tertera pada lembar skuad akhir yang dikirimkan CBF ke FIFA. Ronaldinho yang terlalu banyak berpesta itu dituding hanya akan mengacaukan harmoni tim. Bersama Alexandre Pato dan Adriano, Ronaldinho adalah nama-nama tenar yang tidak dilirik Dunga, yang dituduh akan menggantikan Joga Bonito khas Brazil dengan sepakbola pragmatis. Kecaman yang dialamatkan kepada Dunga bisa jadi bungkam jika Brazil bertahkta lagi pada Piala Dunia nanti, persis seperti Luiz Felipe Scolari tahun 2002.
Tag: piala dunia, Absentee
Terkait:
-
Indonesia vs Bahrain: 0-2
Kamis, 8 Sep '11 12:44 -
Angan kita masih terlalu tinggi!
Selasa, 6 Sep '11 22:33 -
Indonesia Mendapatkan Piala Dunia (?)
Minggu, 24 Okt '10 17:39
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Anak Siantar: Informatif
-
melkisedek bola: Informatif
-
Der Kaiser: Total Football
-
Politikabol: Informatif
-
garislembut: Informatif
-
3-4-3: Informatif

Komentar:
Sebuah kontradiksi dengan apa yang dialami Theo Walcott.. hehe..
Mantab bang uraiannya...
Belakangan Scholes bilang kalau tawaran buat masuk timnas telat datangnya, kalau lebih cepat, bisa jadi ia masuk.
terima kasih
Btw, banyak sekali ya pemain yang berkiprah di EPL yang kena cedera.
Silahkan login untuk memberikan pendapat