Asa Clockwork Orange di Piala Dunia 2010 5
Rabu, 2 Jun '10 22:34
Belanda adalah salah satu tim kuat didunia yang senantiasa menjadi favorit disetiap turnamen yang diikuti,baik piala eropa maupun piala dunia. Pemain-pemain berbakat senantiasa bermunculan seakan tiada habisnya. Mereka adalah tim pencetus strategi menyerang "Total Football", menyerang sebagai satu kesatuan dan bertahan dengan cara menyerang juga.
Total Football dimulai pada piala dunia 1974 di Jerman Barat. Pelatih mereka saat itu adalah Rinus Michels (pencetus TF) dan tim Belanda dipimpin oleh pemain jenius, Johan Cruyff. Langkah Belanda terhenti di final oleh tuan rumah Jerman Barat dgn skor 2-1, walaupun sempat memimpin lebih dahulu. Pada tahun 1978, Belanda kembali melaju ke final utk bertemu tuan rumah Argentina. Kali ini Belanda tidak diperkuat oleh sang pangeran Johan Cruyff,yg menolak untuk tampil di piala dunia. Belanda kembali takluk dgn skor 3-1. Sebagai catatan, di final Belanda hampir menjadi juara jika saja tendangan Resenbrink tidak membentur mistar di menit ke-90, pd saat kedudukan 1-1.
Keberhasilan mereka menjadi runner up secara berturut-turut dgn strategi TF, serta adanya pemain-pemain jenius seperti Cruyff membuat mereka menjadi favorit. Pasca mundurnya generasi TF; Cruyff, Neskeens, Haan, Van Hannegem; Belanda mengalami kemunduran. Mereka gagal lolos ke piala dunia 1982 dan 1986. Asa kembali muncul ketika Belanda dilatih kembali oleh Rinus Michels dan dibuktikan ketika Belanda muncul sebagai juara eropa do tahun 1988. Periode ini ditandai dgn munculnya pemain-pemain berbakat yg lebih dikenal dunia dgn sebutan trio Belanda, yaitu Marco Van Basten, Frank Rijkaard dan Ruud Gullit, didukung juga oleh pemain top lainnya seperti Ronald Koeman, Jan Wouters dan Wim Kieft.
Pasca piala eropa 88, Rinus Michels mengundurkan diri dan digantikan oleh Thijs Libregts, dan menatap piala dunia 1990 dengan optimisme tinggi. Trio Belanda memperoleh kesuksesan di klub mereka, AC Milan (juara eropa 2 tahun berturut-turut). Sayangnya perjalanan mereka menuju PD 90 ditandai oleh berbagai faktor. Ruud Gullit cedera panjang, serta Libregts tidak memiliki kemampuan seperti Michels. Dia tidak mampu menyatukan ego para bintang Belanda dan kurang didengar oleh para pemainnya. Akhirnya dia mundur dan digantikan oleh Leo Benhakker. Gullit pulih dan Belanda berangkat menuju Italia. Penampilan Belanda jauh dari ekspektasi publik. Mereka hanya mendulang hasil seri di penyisihan grup dan tumbang di perdelapan final oleh Jerman Barat, 2-1. Van Basten gagal mencetak gol selama PD 90.
Pada PD 1994 di AS, Belanda sudah tidak diperkuat oleh Van Basten (cedera panjang) dan Gullit yg menolak tampil. Belanda dilatih oleh Dick Advocaat dan dipimpin oleh Ronald Koeman. Era ini ditandai oleh munculnya bakat-bakat baru seperti Dennis Bergkamp, Aaron Winter, De Boer dan Overmars. Mereka melaju sampai perempat final dan dikalahkan oleh Brazil 3-2.
Lepas dari Advocaat, Belanda dilatih oleh Guus Hiddink. Pada PD 98, Belanda menampilkan permainan menyerang yang memikat dan menghibur. Saat itu mereka diperkuat oleh Bergkamp, Davids, Cocu, De Boer dan Seedorf. Puncak penampilan adalah ketika mereka menyisihkan Argentina di perempat final dgn skor 2-1. Mereka menjadi favorit juara dan berhadapan dgn Brazil lagi di semifinal. Mereka takluk lewat adu pinalti setelah bermain kuat 1-1.
Belanda gagal lolos ke PD 2002. Waktu itu mereka dilatih oleh Louis Van Gaal (sukses dgn Ajax dan Barcelona). Taktiknya tidak dpt dijalankan oleh para anak asuh dan terlalu banyak rotasi pemain sehingga penampilan mereka tidak maksimal. Belanda kemudian lolos ke PD 2006, dipimpin oleh pelatih muda Marco Van Basten dan bermaterikan pemain-pemain muda spt Van der Vaart, Robben, Kuyt etc. Langkah mereka terhenti di perdelapan final Portugal, 1-0. Kegagalan mereka waktu itu ditenggarai karena faktor minimnya pengalaman sang pelatih dan pemain-pemain yg gugup bermain di piala dunia.
Kini Belanda lolos ke PD 2010, dipimpin oleh Bert Van Marwijk, dengan materi pemain yg hampir sama dengan era MVB. Mereka melalui babak kualifikasi dengan rekor 100%. Para pemain sdh mulai matang dan rata-rata berada pada usia emas. Mereka sdh melalui dua turnamen besar yaitu Pd 2006 dan PE 2008. Harapan kini diletakkan dipundak Van Persie, Robben, Sneijder serta Kuyt, Huntelaar. Dengan materi seperti ini bukan mustahil Belanda bisa berbicara lbh jauh dan mencapai hasil maksimal. Para oemain sedang mencapai puncak penampilan sehingga bisa menimbulakn motivasi tinggi pd diri mereka. Van Marwijk tetap setia dengan pola 4-3-3, dengan lini penyerangan ddipimpin oleh Van Persie, Robben dan Sneijder. Pola ini bisa berubah menjadi 4-2-3-1 untuk lbh memperkaya variasi penyerangan dengan masuknya Van der Vaart atau Kuyt. Posisi jangkar akan dipimpin oleh Van Bommel dan ditemani oleh Nigel De Jong. Sedangkan lini pertahanan dipimpin oleh Joris Mathijsen dan Heitinga.
Salah satu kendala terbesar tim oranye adalah masalah mental block. Kadang pada saat2 genting mereka tampil dengan beban sehingga permainan cenderung tidak lepas dan berhati-hati. Akibatnya mereka menjadi bingung dan kreativitas mandek, apalagi dlm keadaan tertinggal terlebih dahulu oleh lawannya (ingat PE 2008 vs Rusia). Para pemain juga dinilai tidak memberikan 100% kekuatan kalau membela timnas, beda dgn memperkuat klub masing2. Inilah masalah yg hrs dipecahkan oleh Van Marwijk. Semoga mereka mencapai puncak penampilan di PD 2010.
Berikut ini adalah sekilas statistik penampilan Belanda di PD:
Jumlah tampil di PD : 8 kali
PD 74 : runner up (vs Jerman Barat,1-2)
PD 78 : runner up (vs Argentina, 1-3)
PD 90 : perdelapan final (vs Jerman Barat, 1-2; Koeman)
PD 94 : perempat final (vs Brazil, 2-3; Bergkamp, Winter)
PD 98 : semi final (vs Brazil, 1-1; Kluivert)
PD 2006 : perdelapan final (vs Portugal, 0-1)
Terkait:
-
Pelatih yang Tak Pantas
Kamis, 8 Sep '11 13:06 -
La Orange Roja, Sebuah Kisah tentang Sejarah yang Terbalik
Minggu, 11 Jul '10 16:10 -
Menunggu perjudian Belanda
Selasa, 29 Jun '10 11:01
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
melkisedek bola: Informatif
-
ramaparasu: Informatif
-
athar: Total Football

Komentar:
Belanda, di Euro kemarin, dahsyat sekali serangannya. Prancis, Italia dan Rumania dilibas habis. Dua tim pertama itu malah keok dg margin gol yang cukup besar. Tapi begitu bertemu dg Russia, yg dilatih Hiddink yg tau seluk beluk karakter permainan Belanda, tim ini rontok dengan sebab yang jelas: kehilangan keseimbangan dalam menyerang dan bertahan.
Kita lihat saja, apakah Bommel membawa pengaruh signifikan atau tidak.
Btw, saya agak kecewa dg Marwijk yang masih mengangkut Bronchorst. Agak aneh utk tim yg terkenal demen daun muda, doi masih juga dipanggil. Pengalaman? Ya, tapi secara umum dia sudah menurun drastis. Ujung dari kegemilangan Bronchorst menurut saya ya pas di Barca era Rijkard. Terbukti di laga Ghana kemarin, doi yg berpengalaman sekaligus kapten justru bikin blunder dalam aspek yang biasanya hanya dilakukan rookie atau pemain yg minim pengalaman: komunikasi dg rekan bek lain dan dg kiper.
Van Bommel juga bisa berperan sbg pembangun serangan dan pemutus aliran bola dr lawan. Ada lagi satu nama yg memiliki tipe permainan hampir mirip, yaitu De Zeuw (Ajax). Tapi pemain ini masih muda dan minim pengalaman internasional...
Belanda kerap dijuluki juga sbg "choke artist"... karena hebat dipenyisihan/ kualifikasi tp ketika memasuki babak2 menentukan permainan sering anti klimaks. Spanyol juga tdnya seperti itu, hebat di penyisihan tp gagal di panggung sebenarnya. skrg mereka sdh membuktikan diri dgn keberhasilannya menjadi juara eropa.
Pilihan utk sektor kiri tidak begitu banyak. Ada Edson Braafheid. Dia masih junior dan kurang pengalaman, baik level klub maupun internasional. Sayang Urby Emmanuelson tidak dipanggil... Sisanya yg ada hanya central defender dan right defender.
Untungnya itu terjadi di partai pemanasan, bisa jadi pelajaran berharga.
Saya juga ingat sm eksperimen Frank Rijkaard sewaktu PE 2000, saat itu Belanda kekurangan bek kanan dan dia memasang Paul Bosvelt sbg bek sayap kanan. Pdhl Bosvelt posisi aslinya gelandang tengah
Silahkan login untuk memberikan pendapat