Kejenakaan Ian Holloway dan Kesuksesan Blackpool 7

Selasa, 25 Mei '10 08:37

 

Sepeninggal Jose Mourinho, Premier League tidak lagi memiliki manajer berkarakter yang membuat orang terperangah dengan perilaku dan komentar-komentarnya. Musim depan, wawancara dengan Ian Holloway akan menjadi salah satu bahan tontonan karena manajer Blackpool tersebut terkenal jenaka.

Pada satu kesempatan, Holloway mengkritisi tentang larangan para pemain merayakan gol dengan membuka baju.

"Saya tidak mengerti, mereka ingin menarik lebih banyak wanita menonton sepakbola tapi mereka melarang para pemain membuka bajunya di lapangan. Saya tidak mengerti."

Holloway juga pernah berkomentar mengenai klubnya sekarang, Blackpool, yang pada awal musim diprediksi akan terdegradasi.

"Saya dan Blackpool mempunyai persamaan, kami lebih terlihat tampan dalam keadaan gelap."

Tapi pernyataan Holloway yang paling terkenal adalah mengenai betapa pentingnya kemenangan dalam sepakbola bagaimana pun caranya. Ia mengungkapkan ini setelah timnya menang atas Chesterfield dalam sebuah pertandingan yang jauh dari indah.

"Jika anda sedang berpelesir di malam hari mencari wanita dan anda mendapatkannya, bisa saja anda mendapatkan yang cantik dan yang kurang cantik. Penampilan kami hari tentu tidak bisa memberikan kami wanita yang paling cantik, tapi paling tidak kami berhasil membawanya ke dalam taksi. Ia bukan yang paling cantik tapi setidaknya kami berhasil membawanya pulang. Ia sangat baik dan menyenangkan, jadi terima kasih, mari minum kopi."

Seorang Jose Mourinho pun akan bangga mendengar pernyataan itu bukan?

Tapi Holloway bukan melulu soal metafor dan kejenakaan. Tangan dinginnya telah membawa Blackpool dengan dana minim ke dalam panggung mewah Premier League. Hanya 6 juta Pounds yang digelontorkan presiden klub Valeri Belokon di awal musim, tapi lihatlah berapa yang diraup klub berwarna oranye tersebut setelah promosi? Lebih dari 80 juta Pounds. Angka tersebut berasal dari hadiah untuk klub promosi dan dana talangan (parachute payment) yang menjadi hak klub-klub Premier League.

Belokon datang ke Blackpool pada tahun 2006. Ia membeli 20 % saham klub tersebut dan langsung menjadi bahan tertawaan saat ia mengatakan bahwa dalam waktu 5 tahun ia akan membawa Blackpool promosi ke Premier League.

Sadar bahwa uang yang dimilikinya tidak banyak, maka Belokon perlu manajer berkelas untuk menukangi timnya. Ia lalu mengalihkan pandangannya kepada Ian Holloway yang sudah setahun tidak melatih karena sibuk membangun peternakan unggas.

Prestasi Holloway sebelum "cuti" untuk mendirikan kandang ayam tidaklah mengkilap. Ia hengkang dari Leicester City setelah klub tersebut terdegradasi ke League One tahun 2008. Nasib memang tidak ada yang tahu karena 2 tahun kemudian Holloway diarak oleh para pemainnya keliling Wembley sebagai pemenang.

Sinergi Holloway dan Blackpool memang luar biasa musim ini. Holloway memerlukan pemain dengan kualitas lumayan dan Belokon menjawabnya dengan mendatangkan Charlie Adam dari Glasgow Rangers dengan nilai 500.000 Pounds. Tidak mudah membujuk Adam hengkang dari klub besar Skotlandia ke kasta kedua sepakbola Inggris, tapi usaha Holloway dan Belokon tidak sia-sia karena Adam menjadi topskor Blackpool musim ini dengan 19 gol.

Langkah brilian Holloway lainnya adalah saat ia bersikeras untuk meminjam kembali striker DJ Campbell dari Leicester City pada Februari tahun ini. Campbell sudah pernah dipinjam oleh Blackpool pada musim sebelumnya dan banyak pihak berpendapat bahwa meminjam pemain yang sama adalah langkah tidak efektif. Holloway membuktikan dirinya benar karena Campbell menjadi pahlawan Blackpool pada semifinal playoff melawan Nottingham Forest usai mencetak hattrick dalam interval 25 menit yang membawa The Seasiders unggul agregat 6-4.

Nama Ian Holloway sudah tentu akan terpatri dalam legenda Blackpool karena klub tersebut tidak pernah merasakan kompetisi level tertinggi Inggris sejak tahun 1971. Tapi pekerjaan rumah Holloway sama sekali belum usai. Bertahan di Premier League adalah target Blackpool musim depan dan statistik menunjukkan Holloway punya peluang 50 % untuk memenuhi target tersebut.

Tengok catatan performa klub-klub pemenang promosi via playoff dalam 10 tahun terakhir.

2009-10: Burnley, 18, degradasi

2008-09: Hull City, 17, bertahan

2007-08: Derby County, 20, degradasi

2006-07: Watford, 20, degradasi

2005-06: West Ham United, 9, bertahan

2004-05: Crystal Palace, 18, degradasi

2003-04: Wolverhampton Wanderers, 20, degradasi

2002-03: Birmingham City, 13, bertahan

2001-02: Bolton Wanderers, 16, bertahan

2000-01: Ipswich Town, 5, bertahan

Dengan peluang yang fifty-fifty, maka musim Holloway boleh berharap bahwa roh legenda Blackpool, Sir Stanley Matthews akan bermain bersama timnya musim depan dan memberi jaminan keselamatan untuk bertahan di Premier League.

 

 


Tag: ian holloway, blackpool

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Tukang Wedang 0 0
WEW. Tulisan yang dahsyat!
3-4-3 0 0
Tukang Wedang: Penulisnya memang top, kamu harus ikuti twitternya pul dgn id sama : D
Pangeran Siahaan 0 0
terima kasih, tuan tuan sekalian. saya sendiri tak sabar menunggu post-match press conference Blackpool musim depan : D
melkisedek bola 0 0
Pada Mou, sebenarnya ada juga humor, tapi humor yg gelap, satire yang tajam. Halloway sepertinya punya selera humor yg lebih cerah. Semoga saja Halloway pny kemampuan meledek dirinya sendiri, menertawakan dirinya sendiri. Karena humor terbaik, kata sebuah pepatah, adalah saat bisa menertawakan dirinya sendiri.

Sepakbola kekurangan humor yang seperti itu. Selamat datang Hallooway.

Btw, posting yang oke ini.
ramaparasu 0 0
Tukang Wedang: ini emang dasarnya penulisnya bagus. ckckck..
Pelangi 0 0
Terkagum-kagum seperti biasa : ) mantab Pangeran!
why 0 0
ya ya.. larangan pencetak gol buka baju memang aneh

Silahkan login untuk memberikan pendapat