Kenangan Tendangan Bebas 16 Tahun Lalu 4

Kamis, 20 Mei '10 12:37

Ada yang masih ingat gol di atas? Itu gol diciptakan Thomas Brolin, bintang Swedia yang karir cemerlangnya tak panjang itu, ke gawang Rumania pada perempatfinal Piala Dunia 1994. 

Saya sendiri masih kelas 1 SMP waktu itu dan sedang getol-getolnya berlatih sepakbola di kampung sendiri. Akses televisi masih sangat terbatas, tak ada satu pun TV Swasta yang masuk ke kampung, kecuali TPI, itu pun hanya pada siang hari saja. Akses nonton bola luar negeri hanya dari TVRI, seringnya dari acara Arena dan Juara.

Gol itu memukau saya bukan karena --misalnya-- gol indah solo-run separuh lapangan dari Saed Oweiran ke gawang Belgia yang dijaga Preudhomme kalah indah dari gol Brolin ini, tapi gol itu memukau karena gol itu menyadarkan saya yang masih ingusan (dan minim tontonan bola) bahwa tendangan bebas tidak langsung itu bisa dikreasi dengan begitu matangnya dan juga tetap indah juga memukau. Untuk pertama kalinya saya mengerti bahwa tendangan bebas bisa dirancang dandirencanakan dengan baik dan detail, bukan melulu mengandalkan skil seperti yang dipertontonkan Branco, bek kanan Brazil, yang bikin gol ke gawang Belanda yang dijaga Ed de Goey dengan teknik ala Roberto Carlos beberapa tahun kemudian.

Belakangan, saat akses ke TV makin berlimpah, rupa-rupa teknik tendangan bebas (baik tendangan bebas langsung maupun tak langsung) dengan mudah bisa saya lihat. Macam-macam trik dan siasat tendangan bebas sekarang mudah saja kita cari di youtube. Dari yang rumit sampai yang ajaib macam di Liga Italia yang sampai memelorotkan celana biar kiper terhalang pandangannya. Tapi saat itu, ketika akses pada tayangan bola masih sangat terbatas, gol dari tendangan bebas tidak langsung Brolin itu terasa "ajaib" bagi anak kampung macam saya. 

Sore hari setelah melihat tendangan bebas itu di TVRI, saya mengajak teman-teman di kampung untuk mempraktikkannya. Beberapa kali saya melakukannya. Keesokan harinya lagi, saat ada pertandingan dengan kampung tetangga, kami mempraktikkannya. Kebetulan ada momen di mana kami mendapat tendangan bebas di titik yang hampir sama dengan yang terjadi pada gol Brolin itu.

Hasilnya: gagal total! 

Kami sebenarnya bisa mengecoh pagar betis lawan. Tapi saat saya mengeksekusi sodoran bola dari kawan saya, bolanya malah melambung ke atas, jauh dari gawang. Maklum, lapangan tidak rata. Sepersekian detik sebelum saya menendangnya, bola itu melopmat sedikit, sepertinya kena kerikil atau gundukan tanah yang agak keras, jadilah saya menendangnya dengan tulang kering, bukan dengan punggung kaki. Hahaha....

Kalau ingat itu, saya masih suka tertawa. Kalau dipikir-pikir, Thomas Brolin pun tak akan bisa bikin gol macam itu di lapangan kampung kami :))


Tag: thomas brolin, tendangan bebas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

3-4-3 0 0
TOP!

Tapi soal set pieces, apapun bentuknya, memang dipengaruhi banyak faktor. Selain lapangan, angin, kecepatan bola, titik tumpu penendang dan hal teknis lain sangat berperan. Ahli fisik bertahun-tahun selalu menganalisa ribuan tendangan bebas. : D

Soal Brolin, mungkin dia salah satu gelandang hebat di awal sepakbola modern. Sayang, kaki patah merusak karirnya.
melkisedek bola 0 0
Ojo lali, cak:juga soal sepatu dan karakter bolanya.

Aku ingat Adi Dasler, penanggungjawab logistik pemain Jerman di Piala Dunia 1954. Dia menciptakan untuk pertama kalinya sepatu yang tidak keras di sekitar jari2 kaki. Dulu, sepatu bola selalu keras di bagian sekitar/atas jari kaki utk melindungi jari. Adi Dasler percaya bahwa itu tidak bagus untuk banyak hal, termasuk dalam soal menendang, juga free-kick. Ia buat sepatu yg baru bagi para pemain Jerman. Tim Hungaria yang dahsyat habis di masa itu pun mewek2 pengen sepatu itu, tapi ga dikasih. Mereka kalah akhirnya oleh Jerman. Buku resmi FIFA ttg sejarah bal2an menyebut: "Itulah pertama kalinya sains secara jelas mempengaruhi hasil akhir pertandingan."
3-4-3 0 0
Tapi ironisnya penerus Adi Dasler pula yang bikin bagian atas jari & kaki sepatu menjadi lunak sehingga banyak pemain jadi korban cedera metatarsal.

Sing pertama gawe kan Adidas, yang model pertama dipakai Beckham & Zidane kuwi. Sing abang putih hitam. hihihi
ramaparasu 0 0
wah, komentar2 diatasku master kabeeh : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat