Sedikit tentang Galatama 0

Sabtu, 24 Apr '10 00:28

Ini foto di mana kapten Kramayudha Tiga Berlian (KTB) menerima piala bergilir dari Presiden untuk juara kompetisi Galatama tahun 1987. kTB dimodali oleh orang gila bola bernama Syarnoebi Said. Pada musim inilah, KTB juga diperkuat oleh pemain yang jagoan menggocek bola, namanya Zulkarnain Lubis.

Saya tidak tahu persis siapa kapten KTB yang menerima piala ini, tapi kuat dugaan saya pemain di foto ini adalah Herry Kiswanto (dia memperkuat KTB dari 1985 sampai 1991). Pada musim 1987, pemain dari Arseto yaitu Ricky Yakobi didapuk sebagai pemain terbaik Galatama.

Herkis, panggilan Herri Kiswanto, dikenal sebagai salah satu libero paling disegani. Ia menjadi penerus Ronny Pattinasarani. Posisi Herkis sendiri lantas diteruskan oleh Robby Darwis, pemain Persib yang selalu dibela oleh Sinyo Aliandoe. Tiga dewa libero Indonesia itu sampai sekarang masih belum tertandingi. Ronny dikenal karena punya visi permainan dan gocekan yang hebat, Herkis dikenal karena kehebatannya membaca permainan lawan, dan Robby dikenal karena tekling dan kemampuan overlap-nya yang sering diakhiri dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Tapi Herkis punya kelebihan tersendiri: dia terkenal sebagai pemain bertahan yang sangat "sopan". Dalam karirnya, dia hanya pernah mendapat dua kali kartu kuning. Pertama pada saat memperkuat KTB berhadapan dengan Pelita Jaya di Galatama, kedua saat memperkuat Bandung Raya pada musim kedua Liga Dunhill. Saya ingat, momen di mana Herkis dapat kartu kuning pada Liga Dunhill kedua sampai diliput khusus oleh tabloid GO.

Pada periode sekitar tahun di mana KTB menjadi juara kompetisi Galatama mulai melorot prestise-nya. Soal suap menjadi faktor terpenting kendati bukan satu-satunya. Galatama mengalami pukulan telak saat final divisi utama perserikatan tahun 1986 antara Persib dan PSMS memecahkan rekor dunia penonton pertandingan sepakbola amatir.

Galatama mulai bergulir pada 1979. Pertandingan pertama yang digelar di bawah bendera Galatama berlangsung di Istora Senaya antara Arseto (saat itu masih berkandang di Jakarta, belum menjadi Arseto Solo) melawan Perdedetex. Siapa pencetak gol pertama dalam kompetisi Galatama? Tidak lain dan tidak bukan adalah Abdul Kadir, si kancil pelari cepat yang sampai sekarang dianggap sebagai salah satu winger terbaik di Indonesia.

Dia juga seorang "pemikir" sepakbola, mungkin satu-satunya pemain bola yang menerbitkan satu text book tentang sepakbola, judulnya: Sepakbola Indonesia: Sistem Blok, Total Footbal, Mencetak Gol dan Cattenacio. Abdul Kadir pula yang kelak dipercaya oleh Wiel Coerver memberi kata pengantar untuk buku legendaris dalam ilmu kepelatihan sepakbola di Indonesia yang berjudul:" Program Pembinaan Pemain Ideal", buku berbandrol 7 ribu rupiah itu sampai sekarang masih dirujuk dalam kursus-kursus kepelatihan di Indonesia dan masih ada satu eksemplar bukunya itu di Perpustakaan Nasional.


Tag: galatama, herri kiswanto, robby darwis, ronny pattinasarani, abdul kadir, ricky yakobi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat