Revolusi PSSI 0
Senin, 15 Feb '10 19:09
Tak ada isu paling populer di persepakbolaan Indonesia selain judul di atas. Versi saya sendiri adalah condemn PSSI!
Banyak sekali kita mendengar pertanyaan, umpatan, seruan dan apapun yang bisa anda sebut agar lembaga olahraga teruzur di Indonesia itu direformasi saja.
Tak ada prestasi sejak Nurdin Halid jadi ketua adalah sebuah bukti - meski bukan semata kesalahan dia pribadi. Jadi, untuk apa lagi dipertahankan. Tapi untuk menggesernya pun tidak semudah bicara. Semua punya aturan main.
Bulan depan, di Malang, Jawa Timur, akan ada Sarasehan Sepakbola Nasional. Salah satu agendanya ya membahas soal carut marut PSSI. Namun jelas itu bukan ajang yang tepat untuk mengganti para pejabat PSSI.
Inskontitusional.
Di FIFA, perubahan organisasi harus melewati kongres yang empat tahun sekali. Jika diperlukan bisa digelar kongres luar biasa (KLB). Syaratnya, 2/3 anggota mendukung KLB. Begitu pula bila konfederasi dan asosiasi masing-masing mau mengubah diri. Soal ini bisa anda baca di bagian Statuta atau Standard Cooperation Agreement FIFA di situsnya.
Tak ada yang bisa dilakukan, misalnya; oleh PBB, Uni Eropa atau siapapun; untuk memperbaiki sebuah organisasi sepakbola suatu negara atau kawasan dalam arti langsung (intervensi). Jika dilakukan, federasi bisa terkena skorsing dan diasingkan dari dunia (sepakbola) internasional.
Uni Eropa adalah sebuah contoh yang bisa ditiru. Mereka secara tidak langsung memasukkan orang-orang - biasanya mantan pegawai Uni Eropa - terkait ke dalam organisasi sepakbola, entah UEFA atau klub. Tentu saja si pribadi tak punya kepentingan ganda karena ini dilarang FIFA. Satu-satunya agenda adalah hanya menjaga koridor agar langkah UEFA selaras dengan Uni Eropa.
Seharusnya, bila orang Indonesia, mau melihat perubahan PSSI, silahkan lakukan dari dalam. Hanya jalur itu yang diperbolehkan. Ada 108 suara (voters) yang berhak mengagendakan perubahan di PSSI. 33 suara adalah milik pengurus daerah (pengda) PSSI dan 72 sisanya adalah klub. Dan tiga sisanya kosong karena sepakbola Indonesia belum punya asosiasi pengawas PSSI yang menjadi jatahnya.
Harapan saya pemerintah bisa ambil bagian secara tidak langsung. Sejak dulu saya ingin melihat pemerintah tegas melarang pejabat publik menjadi petinggi klub atau pengda. Yang terjadi sejak lama, ketua umum klub adalah bupati, walikota atau pejabat dinas pendapatan daerah (dispenda). Satu, mereka punya pekerjaan sendiri. Kedua, ini sudah jaman profesional. Ada apa pejabat publik cawe-cawe di situ?
Tapi sepakbola Indonesia memang masih lahan subur untuk pemilihan daerah atau pemilu. Bahkan isu tuan rumah Piala Dunia 2022 pun berangkat dari pemilihan presiden 2008. Bila pejabat publik masih diperbolehkan berada di sektor operasional, saya pesimistis PSSI bisa berubah - siapapun nantinya yang akan menjadi ketua di Senayan.
Belakangan Indonesia Sport Watch (ISW) bersiap menggalang dukungan KLB PSSI. Niatnya sangat bagus. Tapi saya ragu bila ini murni demi perbaikan PSSI. Otak kotor saya mengatakan ini cuma praktek ganti baju. Dengan suara mayoritas 72 klub yang didominasi orang-orang plat merah? Sekali lagi, saya tidak antusias.
Pertama, pemerintah harus tegas dulu. Keluarkan Keppres atau peraturan menteri yang khusus melarang itu. Operasional biar diisi oleh orang profesional. Saya yakin banyak yang mau dan mampu. Dengan potensi sepakbola di Indonesia, yang tak pernah kehilangan gairah, saya sangat yakin ada. Buktinya masih ada orang-orang gila yang mau menggelontorkan uang miliaran rupiah per tahun untuk Liga Indonesia ala tarkam itu.
Ada Harimau Tapanuli yang tak ikut liga tapi setiap tahun punya pemain asing. Lalu Arema Indonesia dan Pelita Jaya pun dikongsi oleh duit swasta. Apa keuntungannya? Jelas tak ada. Mereka hanya "gila" sepakbola!
Jika FA Inggris bisa dipimpin oleh orang profesional sekelas mantan direktur kantor akuntan publik terkenal Pricewaterhouse Cooper, tentu saya juga ingin melihat bekas CEO Djarum, misalnya, menjadi pemimpin PSSI.
Tag: PSSI, Nurdin Halid, Revolusi
Terkait:
-
Apa Statuta Juga Melarangku Menangis?
Sabtu, 26 Feb '11 04:57 -
Ayo Dong Pak Nurdin
Senin, 17 Jan '11 14:18 -
Lowongan: Ketua PSSI
Rabu, 15 Des '10 15:20
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Wahyu Eko P: Informatif

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat