Jeda Musim Dingin 1
Selasa, 29 Des '09 04:10
Tahun 2008, Newcastle United harus rela didenda FA karena batal bertanding melawan Middlesbrough. Pembatalan terjadi lantaran pemanas (heater) lapangan stadion St. James Park rusak sehingga salju menumpuk dan lapangan tak bisa dipakai.
Sementara minggu lalu, pertandingan antara Wigan Athletic dengan Bolton Wanderers juga harus ditunda karena badai salju. Tapi untuk kasus ini, lapangan Stadion DW mulus dan dinyatakan sempurna karena heater bekerja maksimal. Tribun penonton juga ok.
Masalahnya, akses menuju stadion yang tak memungkinkan karena salju menumpuk di jalan sepanjang 1 mil dan lapangan parkir.
Sejak minggu lalu, badai salju hebat kebetulan menyerang Eropa. Sejumlah pertandingan sepakbola ikut jadi korban. Liga Belanda, Prancis, Italia dan Inggris adalah sebagian yang harus menunda sejumlah pertandingannya.
Penundaan melahirkan efek (buruk). Jadwal tim tertentu menjadi lebih padat, karena laga tunda diletakkan di waktu yang seharusnya menjadi masa istirahat. Klub juga harus menegosiasi ulang kontrak iklan A-Board (pinggir lapangannya). Pendeknya, menyisakan urusan tehnik dan administrasi.
Gejala alam beserta turunannya jelas tak bisa ditolak. Yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi. Inggris dan negara lain di Eropa sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan heater untuk lapangan. Masalahnya, salju bisa menumpuk di tribun penonton -- seperti terjadi di Italia yang tribun stadion belum tertutup -- atau menghadang di akses menuju stadion.
Dalam hal antisipasi ini, Jerman adalah yang terbaik. Bundesliga selalu diliburkan jauh sebelum Natal dan baru digulirkan kembali pada akhir Januari atau awal Februari. Khusus untuk musim ini, tak ada jeda hampir 2 bulan karena kompetisi klub harus selesai lebih cepat lantaran ada Piala Dunia 2010. Tetapi keputusan jeda membuat Jerman nyaris tak pernah terkendala cuaca buruk musim dingin.
Jeda musim dingin juga bagus untuk "mengambil napas" sejenak. Pihak terkait punya waktu melakukan evaluasi. Namun untuk Inggris, filosofinya memang berbeda. Main bola sehari setelah Natal (boxing day) layaknya sebuah keharusan. Bahkan untuk musim ini, kembali karena pengaruh Piala Dunia 2010, tim-tim Liga Primer Inggris dipaksa main 2 kali dalam 3 hari di rentang 26-30 Desember.
Bagi Inggris yang punya budaya sepakbola bak agama, tak masalah jadwal pertandingan morat marit -- kendati tak seberantakan Liga Indonesia. Karena budaya gila bola itulah maka mereka siap bertanding dan menonton kapan saja. Jika ada penundaan karena salju, anggap itu sebagai efek alam yang memang sudah harus terjadi. Dan kebetulan memang tak ada keluhan soal laga yang ditunda akibat cuaca buruk itu.
© image: Arsenal.com
Tag: Winter break, Snow
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
NuigeL: Total Football
-
Como Bacomboy: Total Football

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat