Negative Football 8

Rabu, 28 Okt '09 02:38

Aji Santoso mengeluhkan keputusan Arema Malang untuk bermain defensif guna mengalahkan Persisam Samarinda 1-0 hari Minggu kemarin. Aji mengaku skuadnya frustrasi meski menilai strategi apapun yang digunakan lawan adalah sah.

Saya sepakat. Jika ada strategi positif, tentu akan ada negatif. Bukankah semua di dunia selalu punya keseimbangan. Anehnya Aji tetap mengeluhkan hal itu.

Aji lupa bahwa Arema menantang timnya yang penuh dengan pemain kelas satu di level Liga Super Indonesia. Belum lagi Persisam main di kandang sendiri. Yang dilakukan oleh Rene Roberts, arsitek Arema, adalah berhitung cermat. Sebagai tim tamu dengan mayoritas pemain muda miskin pengalaman, maka pilihan lebih bertahan menjadi wajar.

Negative football adalah strategi paling umum dan paling banyak dipakai untuk melawan Barcelona di musim lalu. Gelombang serangan Barcelona yang sangat moncer sudah jelas menakutkan. Bermain terbuka melawan pasukan Pep Guardiola hanya tindakan bunuh diri.

Bahkan Chelsea pun terpaksa menerapkan strategi bertahan ketika melawat ke Nou Camp, walau kemudian berani adu serangan saat bermain di Stamford Bridge. Yunani juara Euro 2006 berkat strategi itu. Demikian pula Italia bisa meraih dua kali juara dunia, dari empat yang dikoleksi, berkat strategi grendel Catenaccio. Brasil yang terkenal dengan permainan ofensif pun memilih lebih bertahan jika main di kota La Paz, Bolivia, yang setinggi 3.600 meter dpl.

Namun ada satu hal yang sering dilupakan orang dalam pertandingan offensif versus defensif. Ketika di Nou Camp, Barcelona masih bisa menciptakan serangkaian peluang. Persisam juga mendapat kans sekitar 12 kali, termasuk satu bola mengenai tiang gawang. Tapi bila tak ada gol tercipta, bukan berarti "kambing hitam" patut diarahkan ke tim lawan yang bermain defensif. 

Masalahnya bukan lagi di lawan, tetapi finishing touch yang menguap. Dan kembali ke Persisam, itulah yang akhirnya -- menurut Aji -- menjadi penyebab kekalahan mereka.

 © image: signking.biz


Tag: Defensif, negative football

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kakilangit 0 0
setuju, catenaccio memang tidak indah, tapi pelatih yang cerdas tak akan menghapus strategi ini dari daftar taktiknya
Buma 0 0
Kalau TIMNAS pake taktik bertahan bisa moncer nggak prestasinya?
Lalu... kenapa ya TIMNAS nggak memilih fokus ke taktik negatif football ini?
wetwetbagaskara 0 0
Negatif football sah2 saja dipake oleh tim yg kalah kelas. Karena inti main bola itu kan banyak2an nyetak gol.

Kalau kalah kelas kemudian main terbuka, bisa kebobolan banyak...tapi kalo main bertahan, ada harapan untuk mencuri gol dari serangan balik. Logika yg simpel...

Tapi menurut saya, taktik negatif tak akan bertahan lama. hanya situasional pada pertandingan2 tertentu saja. Sepakbola menyerang yang akhirnya akan menang..
Klanjabriks 0 0
wetwetbagaskara: [... Sepakbola menyerang yang akhirnya akan menang....]

Tepatnya, sepakbola menyerang yang akhirnya menyenangkan untuk ditonton... : D
3-4-3 0 0
Buma: mas,apapun strategi yang dipilih timnas Indonesia kebanyakan bakal gagal, karena kualitas tim kita memang belum memungkinkan. singkatnya, indonesia belum mampu bermain sebagai tim. Mereka belum terbina betul di kompetisi.
Der Kaiser 0 0
yang penting hasilnya .. : )
Mas Antyo 0 0
Jujur saya gak paham, tapi ketika sampe ke finishing touch...ehm ternnyata ini juga di bidang kehidupan yang lain kan ya?
tukangsemprit 0 0
Apakah berarti tujuan menghalalkan segala cara? Hehehe kesannya negatif ya... Padahal, memang, dalam sepakbola pun dikenal istilah ultra defensive football tactic untuk menggapai kemenangan. Negatif buat para penyokong sepakbola menyerang, positif buat mereka yang sangat mengagungkan hasil akhir.

Silahkan login untuk memberikan pendapat