Argentina: Masalah ada di Maradona 6

Kamis, 15 Okt '09 22:29

Baiklah, Argentina akhirnya lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tepat seperti yang saya perkirakan dan menjadi jawaban dari sekian pertanyaan yang saya dapat.

Selamat buat fans Albiceleste.

Lalu apa resepnya? Jawaban pertama dari saya sudah jelas, bukan Diego Maradona! Saya sepakat dengan banyak warga Argentina bahwa Maradona belum layak menjadi pelatih (tim nasional).

"Dia tetap dewa kami, tapi memilihnya sebagai pelatih nasional ada kesalahan terbesar Argentina". Demikian yang dikatakan sejumlah orang di Buenos Aires ketika diwawancarai oleh Euronews pekan lalu.

Maradona jelas tak punya kecakapan dalam melatih, termasuk tak berpengalaman. Saya heran bagaimana mungkin seorang yang tak bisa mengelola dirinya (pernah menjadi pecandu) bisa dipercaya mengelola sebuah tim dalam peta kelas satu. Mungkin saja bisa, tapi tentu butuh beberapa tahapan. Sangat jarang yang bisa langsung ke papan atas.

Secara mental pun, Maradona belum pantas disejajarkan dengan Fabio Capello atau Jose Mourinho sekalipun. Bahkan tidak dengan Sven-Goran Eriksson. Apalagi dengan sosok sekelas Johan Cruyff atau Franz Beckenbauer atau Cesar Luis Menotti. Kita tidak bicara tehnik dan kemampuan melatihnya. Ini baru soal mental.

Bahkan untuk berdamai dengan orang-orang yang menghujatnya dan membuatnya stres berat, Maradona sudah keblinger. Selepas Argentina menang 1-0 atas Uruguay tadi pagi, dia menangis. Tapi ketika memasuki lorong kamar ganti, dia bersikap sangat kasar dan menghina pers sambil memegang buah zakarnya. Bukan sebuah sikap positif dari seorang pelatih dari sebuah tim bernama Argentina.

Rasanya itu tak pernah dilakukan oleh Mourinho yang terkenal temperamental dan bergaya preman. Saya ingat dengan rumus jitu Capello saat melatih. "Seorang pelatih bukan hanya mengurus tehnik, tapi juga berperan sebagai psikolog bagi timnya".

Tapi ada satu hal yang positif saya lihat dari Maradona di partai krusial tadi pagi. Keputusannya bermain agak defensif cukup jitu. Starter yang dipasangnya sudah baik. Para pemain Argentina juga relatif tenang dan tidak gugup, kecuali kiper Sergio Romero yang sedikit grogi di awal laga.

Tapi cuma itu. Saya selalu percaya Argentina akan lolos karena motivasi dari para pemainnya sendiri dan juga suntikan manajer tehnik nan veteran Carlos Bilardo. Pemain Argentina adalah pilar nomor satu di sepakbola dunia. Mereka jelas tak mau nama besarnya rusak dan mereka juga tak ingin absen di turnamen sekelas Piala Dunia.

Apapun, Maradona sekarang bisa bernafas lega sejenak. Dia punya waktu sekitar enam bulan untuk mengubah zero to hero. Itu waktu yang cukup. Setidaknya Maradona harus memulai pembenahan dari dirinya sendiri. Bertindak sebagai selayaknya pelatih dan tidak ugal-ugalan lagi seperti saat masih menjadi pemain. Dia harus memulai dengan pendekatan baru nan positif dan tidaklagi mengandalkan nama besar dengan "tangan Tuhan-nya".

© image: Press Associated


Tag: maradona, Argentina

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Der Kaiser 0 0
Jangankan dengan Mourinho, dengan Carlos Dunga dan Juergen Klinsmann yang sama-sama pelatih tanpa pengalaman saja Maradona masih kalah.
3-4-3 0 0
Der Kaiser: betul, dua pelatih sepantaran Maradona itu mau belajar dan nggak mengandalkan masa lalu sebagai pemain tenar. beda dengan maradona. : D
kakilangit 0 0
saya malah kemarin berharap argentina kalah saja, biar maradona dipecat : ))
3-4-3 0 0
kakilangit: kemungkinan memang dipecat. aksi memalukan di jumpa pers itu membuat posisinya terjepit. Polling warga Argentina juga ingin maradona dipecat dan sekarang dia terancam sanksi dari FIFA. : D
Der Kaiser 0 0
Ganti saja dengan Carlos Bianchi
3-4-3 0 0
Der Kaiser: Bianchi penasehat tehnik, tapi dua kemenangan kemarin (atas Peru & Uruguay) konon berkat "Campur Tangan" dalam susunan pemain.

Silahkan login untuk memberikan pendapat