Nggak Ada Loe Nggak Rame! 6

Minggu, 11 Okt '09 15:35

Begitulah tag sebuah iklan. Dalam kaitan dengan Piala Dunia 2010, tentu saja tak ada tim unggulan pasti bakalan sepi -- walau Presiden FIFA Sepp Blatter sok-sokan mengaku tak kuatir jika tim sekelas Portugal dan Argentina absen.

Belanda, Spanyol, Inggris, Brasil, Paraguay, Jepang, Australia. Korsel, Korut dan Ghana sudah meloloskan diri lebih dulu, sedangkan Sabtu kemarin giliran Jerman, Denmark, Italia, Swiss, Serbia, Pantai Gading, dan Cile yang menyusul.

Bagaimana Portugal dan Argentina? Ini yang seru. Awalnya saya kuatir Portugal bakal terdepak karena pesaingnya adalah dua tim Skandinavia serumpun [Denmark vs Swedia]. Italia punya pengalaman buruk soal ini bertahun-tahun lampau.

Tapi kemarin Portugal bisa menang dengan margin lebih dari dua gol, padahal tujuh partai sebelumnya selalu mentok dengan dua gol dan bahkan sempat pula imbang tanpa gol tiga kali beruntun. Kini Carlos Queiroz dan skuadnya justru berpeluang merebut tiket playoff dari Grup 1.

Argentina juga senasib dengan Portugal. Permainannya tidak mengesankan, walau dipengaruhi pula oleh keijakan Peru untuk main lebih bertahan. Kendati gol kemenangan 2-1 baru tercipta di masa injury time. Tapi itu sudah cukup memasukkannya ke urutan empat -- spot terakhir tiket otomatis dari kawasan Amerika Selatan.

Saya tetap optimistis Argentina lolos. Sementara Portugal tentu masih harus mengamankan tiket playoff dan berharap tidak bertemu dengan tim sekelas Prancis, Kroasia/Ukraina dan Republik Irlandia di babak itu. Jika Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan bertemu salah satu dari empat tim itu, mereka kalah militan. :D

Yang harus ditunggu adalah Agentina. Kamis besok WIB, pasukan Diego Maradona (atau pasukan Carlos Bilardo?) akan menjalani "partai final" dengan Uruguay dan di kandang sang lawan. Siapa yang menang akan mendapat tiket otomatis dan yang kalah ke playoff melawan tim peringkat empat zona Amerika utara dan tengah (CONCACAF). Tapi dengan catatan Ekuador tidak menang lawan Cile yang sudah lolos. Jelas, nasib Argentina dan Uruguay di ujung tanduk.

Dalam fase genting seperti ini, tim elite sering kali tampil dengan mental baja. Faktor pengalaman dan nama besar menjadi pupuk manjur. Portugal atau Argentina punya barisan pemain profesional yang pasti tak mau dianggap culun saat gagal mengantar negaranya ke Piala Dunia. Saya sering beranalogi menggunakan kompetisi NBA. Begitu masuk babak playoff, mayoritas pemain menunjukkan permainan bak tukang sulap. Mereka main lain dari yang biasa ditunjukkan di babak reguler.

Jika bisa menjadi superman, pasti akan mereka lakukan.

Saya tentu berharap tim-tim besar itu akan lolos. Saya tak mau melihat tim gurem yang lolos ke Afrika Selatan. Mungkin bagus untuk pemerataan pengalaman, tapi tidak untuk kualitas turnamen. Piala Dunia 2006 mengalami itu. Beberapa tim sepertinya tak siap menjalani partai demi partai. Bahkan tim sekelas Kroasia tak pernah menang sama sekali di babak grup waktu itu (yang berisi Jepang, Australia dan Brasil).

Saya juga tak mau melihat lagi ada partai pertama dengan pesta delapan gol tanpa balas seperti ketika Jerman membantai Arab Saudi di Piala Dunia 2002. 

Piala Dunia harus diisi tim yang mapan secara permainan. Tentu ini buah dari latihan dan persiapan. Tapi tim-tim yang punya perjalanan lancar di kualifikasi sering mengalami anti klimaks di putaran final. Kebanyakan dari Asia. Kroasia atau Belanda contoh lain dari Eropa.

Tertatih-tatih di kualifikasi dan masa persiapan justru sering membuat tim mendapat tempaan berharga. Jerman adalah contoh abadi soal itu. Tampil buruk di kualifikasi, justru masuk final di 2002. Brasil lebih buruk lagi. Mereka harus menunggu hingga kualifikasi akhir untuk memastikan lolos ke Jepang-Korea dan ternyata malah juara di sana.

Lalu sekarang giliran Argentina mengalami hal serupa. Apakah artinya Argentina akan juara dunia untuk ketiga kalinya tahun depan? Ya belum tentu. Saya yakin mereka tak berpikir soal itu, kecuali tiket lolos!

Saya pun ingin melihat tim-tim dengan sosok Ronaldo, Leonel Messi, atau Karim Benzema tampil di Afrika Selatan. Bungkam saja mulut Blatter yang sok yakin Piala Dunia 2010 tak butuh bintang dan justru akan melahirkan bintang baru. :D


Tag: Piala Dunia 2010

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kakilangit 0 0
saya suka efek kejutan dari tim-tim gurem, malah mengapresiasi Blatter,

absennya argentina dan atau protugal cuma berdampak pada menurunnya margin profit afsel sebagai tuan rumah *main jelek gitu kok ya pengen ke piala dunia*
3-4-3 0 0
kakilangit: Seperti saya bilang, jelek di kualifikasi belum tentu jelek pula di putaran final. Sering banget justru bertolak belakang. Tapi ya, sekali lagi, di sepakbola tak ada yang pasti sih : D
kakilangit 0 0
3-4-3: kenapa harus ada kualifikasi kalo cuma ingin tim-tim besar saja yang beraksi di pentas PD? atau tim besar jaminan permainan bagus? ; )) saya kira tidak, kualifikasi adalah jalur yang tepat
wulfric 0 0
saya juga sepakat ma Blatter.

kalo portugal ato argentina ga lolos, berarti memang messi atau ronaldo tidak cukup hebat untuk mengangkat timnya lolos ke PD. tentu ini penilaian kasar, karena sepakbola permainan tim.

tim2 yang pada kualifikasi penampilannya buruk tapi bagus pada turnamennya, tetep aja cukup bagus pas kualifikasinya karena toh tetep bisa lolos.

jadi, ga ade elo pun tetep rame ko...hehe...
3-4-3 0 0
kakilangit: ya perlu lah kualifikasi, hidup tanpa kejutan ga seru.
wulfric: betul, lolos ke putaran final berarti punya kualitas. saya hanya berkaca pada putaran final 2002 dan 2006 saat tim-tim seperti Kroasia, Jepang dan sebagian wakil Afrika cukup mengecewakan.
kakilangit 0 0
3-4-3: itu wajar, tidak ada tim berjiwa turnamen yang selalu bermain indah : ) brasil, jerman dan itali pun sering menang dengan permainan basi

Silahkan login untuk memberikan pendapat