Ihwal Drogba yang Mudah Jatuh 8

Selasa, 6 Okt '09 04:49

Drogba mencuri perhatian penonton di laga krusial Chelsea melawan Liverpool. Ada dua hal yang membuatnya tampak menonjol di game itu: saat ia berkali-kali terjatuh dan saat ia membuat dua asist yang berbuah gol.

Sudah banyak yang mengeluhkan betapa mudahnya Drogba terjatuh, mungkin sama hampir banyaknya dengan keluhan terhadap Cristiano Ronaldo saat masih bermain di Old Trafford. Tapi, secengeng-cengengnya Ronaldo, saya kira dia lebih sering mudah terjatuh saat berada di area berbahaya, seperti kotak penalti. Tapi pada game lawan Liverpool kemarin, misalnya, Drogba jatuh di mana pun ia disenggol.

Dan yang menyebalkan, ia sering berlama-lama "menikmati" jatuhnya, untuk kemudian dengan lekas bisa fit kembali, berlari lagi, berduel lagi, untuk kemudian kembali lagi-lagi jatuh.

Di beberapa forum penggemar Liverpool, hampir semuanya mengeluhkan betapa mudahnya Drogba terjatuh dan berlama-lama "menikmati" kejatuhannya itu. Jangankan penggemar Liverpool, saya sendiri yang bukan fans Liverpool sebal tiap kali melihatnya.

Saya sendiri tidak percaya Drogba semudah itu jatuh. Saya kira, kekuatan fisik Drogba tidak lebih rendah dari Wayne Rooney, striker Manchester United yang terbiasa mengejar bola ke mana pun jika bola itu direbut lawan dari kakinya. Sering terjadi Rooney mengejar hingga ke area pertahanan United sendiri, bila dirasa perlu ia akan melakukan tekling.

Bukti terbaik kalau Drogba punya kekuatan fisik di atas rata-rata adalah saat ia dengan kontrol bola yang sempurna, keseimbangan badan yang sangat bagus, serta kekuatan body-charge yang ajeg, mampu berduel dengan Carragher dan Aurelio di sisi kiri kotak penalti Liverpool. Dengan semua skil dan kekuatan yang dimilikinya, ia bahkan tak roboh berguling-guling saat Caragher sempat menarik kaosnya. Tarikan itu pun tak membikin Drogba berguling, tapi ia terus melaju dan mengirim umpan datar yang diselesaikan oleh Malouda dengan sempurna.

Semua itu terjadi di menit ke-92, saat fisik pemain biasanya sudah mengendur. Catat juga: Drogba saat itu berduel dengan Aurelio yang baru dimasukkan justru pada pertengahan babak kedua.

Momen itu dengan sempurna menunjukkan kekuatan fisik Drogba yang ditingkahi oleh keseimbangan badan yang juga ajeg, tak peduli ia sudah bermain selama 92 menit, tak peduli juga ia kudu berduel dengan Aurelio yang baru bermain kurang dari 30 menit. Kekuatan fisik dan keseimbangan badan adalah dua hal yang berbeda. Tak selalu pemain dengan fisik yang kekar punya keseimbangan badan yang bagus. Drogba sebenarnya memiliki keduanya.

Bahwa Drogba amat mudah jatuh dan kadang menikmati kejatuhannya itu dengan berlama-lama meringis-ringis adalah soal yang lain. Ini soal pilihan saja. Bahwa itu menyebalkan, buat saya sih iya. Tapi itulah sepakbola. Rasa sebal adalah bagian lain yang membuat kaki penonton di depan tivi bisa ikut-ikutan gemas kepingin ikut menendang.

Tapi, sungguh, dengan segala hormat saya pada semua penggemar Chelsea, saya percaya Drogba akan menjatuhkan diri seumpama saat ia ditarik kaosnya oleh Carragher itu di hadapannya juga sudah menunggu Skrtel. Tapi karena saat itu ia masih bisa leluasa membawa bola dan mengirim umpan, Drogba --sudah saya tebak saat sedang menonton itu langsung-- tidak akan terjatuh.

Dan memang begitulah yang terjadi. Itu sebabnya Chelsea menang 2-0, bukan 1-0.

 


Tag: drogba, dia pun melayang dan meringis-ringis

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

garislembut 0 0
padahal waktu kaos ditarik, hakim garis udah ngangkat bendera...tapi advantage dan drogba tahu itu. satu tambahan lain kenapa fisiknya ga ngedrop waktu lawan liverpool, karena dia sama sekali ga main di Champions sebelumnya.

lepas suka atau tidak, hobi jatuh drogba adalah keunggulan komparatif dari banyak striker laen. Postur kuat ala afrika menjadi pelengkap. Drogba itu mirip Gianluca Vialli waktu masih main di Sampdoria bareng Roberto Mancini. Vialli selalu jatuh saat hanya ditempel sedikit saja. Ini lebih nyebelin hahaha
melkisedek bola 0 0
garislembut:

Klinsmann itu dikenal gampang tepar. Tapi, ga seperti Vialli, saat ia hijah ke Spurs, penyakitnya sembuh. Itu sebabnya ia bisa dapat gelar pemain terbaik liga inggris 94/95. sesuatu yang sukar ia peroleh, berapapun gol yang dibikinnya, jika kebiasaan divingnya belum sembuh, sebab waktu itu liga inggris masih terkenal sangat anti dengan diving dan aksi buruk itu juga belum populer waktu itu.
Der Kaiser 0 0
baru drogba.. gimana inzaghi ya ?
melkisedek bola 0 0
Der Kaiser:

Sebenarnya hampir semua pemain pernah diving, setidaknya setengah diving. van persie kemarin mendefinisikannya sebagai kurang lebih seperti ini: "dorongan atau kontak fisik itu ada, tapi sebenarnya itu ga terlalu keras."

Inzaghi, kayaknya ga kaya Drogba-drogba amat deh ya. Atau, mungkin, saya bisa sedikit lebih maklum mengingat postur Inzaghi memang kurus kerempeng. Lha, Drogba? Badan gede kaya gitu. Mungkin itu yg membuat Drogba jadi lebih spesial. Hehehe...
Klanjabriks 0 0
taktik kang..., walaupun bosen juga nontonnya, tapi untuk menang, taktik apapun harus dipake, setidaknya itu yang dilakukan Maradona...
Tukang Tekel 0 0
hampir semua penyerang pernah diving deh...
dan benar kata kang Klanjabriks, itu termasuk taktik.
masalah sportifitas, itu jadi urusan lain.. : D
melkisedek bola 0 0
Klanjabriks: Tukang Tekel:

yup, taktis, tentu saja. seperti yang juga saya tulis di komen sebelumnya, hampir semua pemain pernah melakukan diving, apalagi jika rumusan van persie itu dipakai sebagai ukuran. lha wong pemain di kampung saya aja sekarang udah mulai ikut2an jatuh kalo ditowel : ))

dalam soal drogba, khusus utk lawan liverpool kemarin, menarik aja melihat kontrasnya. saya kira, drogba adalah pembunuh liverpool yang sebenarnya di game kemarin.
garislembut 0 0
melkisedek bola: Steve Macca (pundit ESPN) sempet ditanya siapa yg anda suka antara Torres dengan Drogba sebelum pertandingan. Dia memilih Torres.

Tapi dia bilang Drogba juga pemain hebat. Dia lebih komplet dari Torres, bisa jadi pembeda, perancang permainan, assist dan penentu. Dan penilaian itu terbukti. Mungkin karena faktor pengalaman/usia/kematangan. : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat