Ikuti Jadwal, dong! 7
Sabtu, 3 Okt '09 02:48
FIFA itu baik. Dia membuat jadwal internasional, tepatnya meminta, di tengah-tengah padatnya kalender aktivitas klub. Dalam setahun tak akan lebih dari 15 matchdays, di luar musim panas (off season) saat klub dan kompetisinya meliburkan diri.
Di saat kalender internasional itulah, seluruh tim nasional dunia akan beraktifitas. Pelatih tim nasional akan sibuk bekerja mulai dari memanggil pemain yang layak masuk skuad hingga meracik strategi dan taktik permainan di lapangan.
Di saat itu pula setiap pemain klub yang dipanggil oleh tim nasional wajib dilepas, kecuali (tentunya) sedang cedera atau sakit. Jika jadwal internasional di tengah-tengah jadwal kompetisi klub, maka deadline pelepasan 3 hari sebelum kick-off. Tapi bila turnamen besar maka harus seminggu sebelumnya. Bila dilanggar, klub dipersilahkan menunggu sanksi.
Minggu depan, jadwal internasional adalah 10 Oktober hingga 14 Oktober. Akan ada dua jenis laga di masa itu; kualifikasi turnamen besar dan persahabatan. Di masa inilah kesempatan emas bagi setiap timnas mengoptimalkan skuadnya. Ini waktunya menambah pengalaman tanding dengan timnas lain.
Terkait itu, yang janggal adalah timnas Indonesia. Sangat jarang PSSI sebagai induk merancang timnas bermain di saat ada jadwal internasional. Ok, katakanlah timnas lebih banyak jarang main di kualifikasi karena selalu keok di fase awal. Jadi, gunakan saja jadwal itu untuk persahabatan.
Keuntungan merancang latih tanding di jadwal ini cukup jelas. Pertama, match fee tak akan mahal jika harus memanggil lawan ke Indonesia karena ini kalender internasional. Kedua, timnas yang menjadi lawan juga membutuhkan latih tanding. Ketiga, lawan dan tim sendiri akan berisi skuad senior nan lengkap -- bukan pemain yunior atau kelas ecek-ecek di klubnya.
Selama ini, pelatih Indonesia selalu menjadikan minimnya pengalaman tanding sebagai kambing hitam jika kalah atau gagal. Ini menjadi lucu karena waktu untuk menambah pengalaman bertanding sudah ada, tapi tak pernah digunakan. Untuk kalender Internasional Oktober ini, PSSI justru malah menggelar kick off Liga Super Indonesia.
Paradigma di Indonesia selalu mengutamakan kebersamaan yang panjang di timnas. Padahal praktek modern tak seperti itu. Penggemblengan pemain adalah di klub beserta kompetisinya dan timnas hanya paripurna. Timnas hanya akan punya waktu latihan 1-2 hari sebelum bertanding (jika bukan untuk turnamen besar). Tapi yang dilakukan Indonesia adalah pelatnas jangka panjang. Tentu saja klub teriak-teriak. Lha yang bayar gaji pemain kan mereka.
Tapi saya kadang berpikir, jangan-jangan ini bukan karena Indonesia tidak mencari lawan. Tapi karena lawan yang tak mau menjadi calon latih tanding kita. Sudah banyak buktinya. Rencana jadwal persahabatan dengan tim luar negeri selalu batal saat mendekati jadwal.
Bila itu benar terjadi, tobatlah! :D
Tag: PSSI, Timnas Indonesia, Kalender Internasional
Terkait:
-
Ayo Dong Pak Nurdin
Senin, 17 Jan '11 14:18 -
Liga Indonesia vs Liga Indonesia
Jumat, 14 Okt '11 17:55 -
Indonesia vs Bahrain: 0-2
Kamis, 8 Sep '11 12:44
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
injurytime: Informatif
-
Der Kaiser: Total Football
-
didinu: Hattrick
-
entah1982: Playmaker
-
kakilangit: Hattrick
-
moopy: Hattrick
-
wetwetbagaskara: Playmaker

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat