Ronaldo; Gemilang atau Meredup? 3

Selasa, 29 Sep '09 00:14

Ketika Cristiano Ronaldo memutuskan pindah dari Manchester United ke Real Madrid, banyak orang membuang komentar. Beberapa pengemarnya bahkan menyesali pilihan sang idola.
Mulai dari kepantasan bandrol termahal di dunia hingga masa depan populeritasnya. Dua isu itu paling mendominasi. Tapi yang paling banyak ditanggapi adalah peluang keabadian nama tenarnya.

Kebanyakan lagi adalah nada pesimistis, jika tak mau dibilang sumbang. "Ngapain Ronaldo ke Madrid? Di sana kuburannya pemain bintang." Begitulah yang sering saya baca di beberapa media.

Bersinar atau meredup sangat tipis batasnya. Banyak pemain meraih sukses di Madrid, walau tak sedikit yang babak belur. Barisan pemain Belanda; Rafael van der Vaart dan Wesley Sneijder; adalah contoh yang terbuang pasca kedatangan Ronaldo dan Kaka di Santiago Bernabeu.

Madrid memang klub yang lengkap -- dalam arti menjadi surga atau neraka. Mereka punya prestasi, tapi belakangan susah juara. Ini tak lepas dari faktor latin ala gipsy yang doyan pesta. Bukan rahasia lagi, kamar ganti Madrid sering bergaya bak kaum jetset -- walaupun itu memang wajar. Latino Spanyol kemudian dilengkapi oleh latino dari Brasil atau Portugal. Hanya Italia saja yang nyaris tak ikut serta dalam keramaian para don nan flamboyan di sana.

Para pemain Madrid juga dikenal sering berpesta, termasuk dengan alkohol dan wanita, di berbagai puri sewaan. Ini marak ketika banyak pemain Brasil berkarir di Madrid. Akibatnya jelas. Pesta hingga dini hari adalah kegiatan menguras fisik dan stamina. Tabu bagi atlet.

Ronaldo selama ini dikenal juga doyan pesta. Tapi rekam jejaknya di Old Trafford juga menggambarkan sosoknya yang profesional. Dia tekun latihan dan jarang berulah kelewatan di luar lapangan. Entah apakah itu karena di Man. United ada sosok pelatih keras Sir Alex Ferguson.

Nasib Ronaldo akan ditentukan oleh dirinya sendiri dan jangan lupakan pula faktor pelatih. Manuel Pellegrini adalah pelatih keras. Dia tak silau dengan bintang. Semasa masih melatih Villarreal pun dia rela membekukan playmaker cerdas Juan Roman Riquelme. Jika Ronaldo "macam-macam" maka nasibnya bisa sama dengan pemain "santai" dari Argentina itu.

Sejauh ini Ronaldo masih pantas menyandang pemain termahal dunia nan populer. Dia sudah mencetak lima gol untuk menjadi top scorer La Liga bersama dengan Leonel Messi (Barcelona) dan David Villa (Valencia). Dia memang termotivasi karena bandrolnya dan pesimisme banyak orang.

Sejauh mana motivasi itu terjaga, kita tunggu saja. 

© foto: Getty Images


Tag: Liga Spanyol, Cristiano Ronaldo, Populer, Real Madrid, Latino

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

teguhsaja 0 0
pung nak pung no, mumpung enak mumpung ono, ono duit ono mulyo..ronaldo bakal suloyo
emz 0 0
Ronaldo sendiri sudah cukup lama bermain di MU dan sudah memenangkan hampir semua piala klub terpenting selama waktunya.. Premier League dan Champions League .. jadi wajar sajalah jika dia melirik tantangan lainnya

selain itu, jangan lupa bahwa Ronaldo, sbg org Portugis, yang negaranya bertetanggaan dengan Spanyol dan memiliki cuaca yg mirip, mungkin juga merasa lebih di rumah di cuaca tropis-nya Spanyol

dan tentu saja gaji yg berlipat-lipat ganda

dan kesempatan bermain bersama pemain kelas dunia lainnya spt Kaka, Raul, Casillas, et al.

Kita tunggu saja kiprahnya Ronaldo di Primera Liga
Wahyu Eko P 0 0
ronaldo tetap ronaldo bukan bambang p

Silahkan login untuk memberikan pendapat