Suka sepakbola? 1

Minggu, 27 Sep '09 21:48

Ayah saya sudah renta, tapi dia punya passion terhadap sepakbola -- terutama terhadap Chelsea. Maklum, dia juga bekas pemain kelas kampung.

Semalam, dia kesal karena laga Wigan versus Chelsea tidak disiarkan live. Pada akhirnya dia tahu Chelsea takluk 1-3 dari Wigan.

Akhirnya dia memilih nonton Liverpool pesta gol 6-1 atas Hull City. Dia memuji Fernando Torres yang mencetak hat-trick. "Mirip Marco van Basten," kata ayah saya mengenai pemain muda Spanyol itu.

Ayah saya memang pendukung Chelsea, tentu tanpa pernik replika. Dia juga tak akan tahu pasti berapa kali Chelsea sudah juara. Atau siapa asisten pelatih Carlo Ancelotti. Dia tak akan (mau) tahu. Maklum, kemampuan berpikirnya sudah sedikit terkikis usia.

Tapi buat saya, dia memang menyukai (tontonan) sepakbola. Apapun ditontonnya. Bahkan pertandingan dinihari pun tidak dilewatinya. Untuk kategori ini, dia saya sebut penggemar sepakbola.

Di lingkungan sekitar, saya jarang menemukan yang seperti itu. Bahkan anak-anak baru gede, hanya mau tahu tim favoritnya saja. Tapi ketika ditanya apakah suka sepakbola, pasti dengan semangat mengiyakan. Buat saya, mereka hanya fans (tim), bukan fans sepakbola.

Jika anda pendukung Manchester United, AC Milan, Real Madrid, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Arsenal atau apapun, seberapa sering anda menonton partai yang tidak memainkan tim idola anda?

Menyukai sebuah klub dan tidak memerhatikan yang lain adalah tak masalah. Itu cuma pilihan. Tapi kadang jika hanya menggemari satu klub, tapi mengaku menggemari sepakbola, maka wawasan anda bisa kacau. Obyektivitas terhadap sebuah laga menjadi cacat.

Bahkan seorang fan pun bisa tidak obyektif terhadap klub favoritnya sendiri. Bagaimana mungkin fans Milan merasa kesal dengan timnya sekarang hingga tak mau lagi nonton timnya beraksi. Atau terasa aneh ketika ada fans Juve protes tidak dimainkannya Diego Ribas dan Alessandro Del Piero, padahal dua pilar itu sedang cedera!

Ah, itu kan karena mereka saja yang cupu. Fans macam apa? Begitu biasanya orang berkomentar.

Tapi itulah yang saya maksud wawasan dan obyektivitas menjadi kacau. Mereka tak terbiasa menyaksikan apa yang terjadi di tim lain. Itu bisa jadi bahan perbandingan dengan tim sendiri. Kenapa tim saya lebih baik dari mereka atau malah lebih jelek? Apa yang membedakan. Anda jadi tahu update tim favorit anda, karena anda selalu ingin tahu apa yang terjadi (sebenarnya) dengan tim favorit anda jika dibandingkan dengan tim lain.

Ini akan berguna ketika anda berkumpul dengan fans sealiran. Suara anda akan didengar dan diakui punya wawasan bagus, bahkan bila perlu lintas tim dan liga. :D


Tag: Suporter, fans

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Der Kaiser 0 0
Saya jadi ingat sewaktu pelajaran PPKn dulu, ada istilah fanatik sempit ... mungkin seperti ini dalam sepakbola

Silahkan login untuk memberikan pendapat